Bekawan | suaraburuhnasional.com – Hiruk-piruk aktivitas perikanan di Pelabuhan Gabion, Belawan, berubah mendadak menjadi arena krisis pada Minggu (23/8/2026).
Musibah kebakaran hebat melahap KM Cendrawasih Laut, sebuah armada pukat teri berbobot 30 Gross Tonnage (GT) milik Sdr. Acin, saat tengah bersandar di Dermaga Gudang SU, Kelurahan Bagan Deli.
Di tengah ancaman ledakan berantai yang membayangi kawasan padat armada perikanan tersebut, ketepatan manuver prajurit TNI Angkatan Laut bersama tim pemadam kebakaran menjadi benteng vital yang menggagalkan potensi bencana maritim berskala besar.
Insiden bermula tak lama setelah KM Cendrawasih Laut menyelesaikan proses bongkar muat hasil tangkapan. Sekitar pukul 14.30 WIB, dua orang teknisi tengah menggarap perbaikan blower di dalam kamar mesin di bawah supervisi Sdr. Udin Bas. Percikan api yang diduga kuat dipicu korsleting listrik pada komponen blower mendadak menyambar tangki bahan bakar minyak (BBM) di area presisi bawahnya.
Hanya dalam kurun hitungan detik, kobaran api membesar dan melahap material kapal. Upaya pemadaman mandiri oleh Udin dan Gultom (penjaga kapal) dengan peralatan seadanya dengan cepat tertutup oleh eskalasi api. Laporan darurat langsung diteruskan secara berantai ke Pos Angkatan Laut (Posal) Medan Labuhan Kodaeral I dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Merespons potensi bahaya sistematis di perairan padat, Posal Medan Labuhan Kodaeral I langsung mengambil tindakan penanggulangan terintegrasi, Mengadakan Speedboat operasional, personel Babinpotmar bergerak cepat mengisolasi posisi KM Cendrawasih Laut dan mereposisi kapal-kapal penangkap ikan di sekitarnya guna mencegah efek penyebaran api (domino effect).
Petugas menyterilkan perimeter perairan dan dermaga dari kerumunan warga, menjamin ruang gerak taktis armada pemadam kebakaran tanpa hambatan. Sebanyak 9 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan dikerahkan secara simultan untuk menggempur titik api utama dari posisi darat.
Kerja sama terukur antara TNI AL, Petugas Damkar, dan komunitas bahari berhasil memadamkan kobaran api secara menyeluruh pada pukul 18.00 WIB. Prosedur pendinginan (cooling down) segera diselesaikan untuk memastikan seluruh potensi titik api susulan (hotspot) benar-benar padam.
Meski KM Cendrawasih Laut mengalami kerusakan fisik hingga 70 persen, penanganan tanggap darurat ini berhasil memastikan nihil korban jiwa serta menyelamatkan aset ekonomi bernilai tinggi di sekeliling dermaga.
Respon cepat ini menegaskan kehadiran nyata prajurit TNI AL Kodaeral I dalam mengawal keselamatan, menjaga ketertiban, dan melindungi simpul perekonomian masyarakat pesisir Belawan. (Liputan : Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)
















