Belawan | suaraburuhnasional.com – Di dalam ranah gawat darurat medis, interval beberapa menit pertama yang dikenal sebagai golden period merupakan penentu absolut antara preservasi kehidupan dan kegagalan fungsi organ permanen. Berlandaskan urgensi vital tersebut, Dinas Kesehatan (Diskes) dan Rumah Sakit Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I memelopori edukasi masif Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) yang berlangsung di Gedung Yos Sudarso dan OB Syaaf, Belawan.
Agenda strategis yang menjadi bagian dari Peringatan HUT ke-81 TNI ini melampaui orientasi pencapaian kuantitatif Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kodaeral I secara sistematis merestorasi health literacy publik untuk menekan angka mortalitas akibat sudden cardiac arrest (henti jantung mendadak) melalui penguasaan Chain of Survival (rantai kelangsungan hidup).
Terhubung secara terintegrasi dengan pusat kegiatan di Jakarta, sebanyak 900 peserta lintas generasi terdiri atas pelajar SMA/SMK, pendidik Yayasan Hang Tuah, hingga elemen masyarakat umum ditempa untuk menguasai protokol intervensi medis primer. Para peserta dilatih secara intensif melakukan simulasi Resusitasi Jantung Paru (Cardiopulmonary Resuscitation) berkualitas tinggi guna mempertahankan cerebral perfusion pressure dan mengoptimalkan oksigenasi jaringan tubuh.
Pelatihan ini mematahkan dogma bahwa tindakan penyelamatan jiwa melulu bergantung pada advanced life support berbasis fasilitas rumah sakit. Di ruang publik, eksekusi high-quality CPR yang presisi dan konstan terbukti secara klinis mampu meningkatkan rasio Return of Spontaneous Circulation (ROSC) secara signifikan sebelum tim medis profesional mengambil alih penanganan.
Langkah ini mempertegas komando strategis TNI Angkatan Laut yang tidak hanya berfokus pada kedaulatan maritim, tetapi juga secara aktif membangun community emergency response yang tangguh. Di bawah naungan panji Pargomgom Samudora, Kodaeral I berhasil mentransformasi momentum pencatatan rekor menjadi akumulasi kapasitas sains medis yang berdaya guna nyata bagi perlindungan nyawa manusia. (Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)
















