Belawan | suaraburuhnasional.com – Dermaga Pelabuhan Penumpangan Bandar Deli, Belawan, menjadi saksi ketegasan kedaulatan hukum Indonesia dalam merespons ancaman kejahatan terorganisasi lintas negara (transnational organized crime). Pada Jumat (23/10/2026) pukul 10.00 WIB, tim gabungan lintas institusi (joint inter-agency operation) menggelar konferensi pers atas keberhasilan pengungkapan skandal jaringan penyelundupan narkotika skala internasional terbesar dalam sejarah penindakan maritim di wilayah Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).
Langkah penegakan hukum luar biasa (extraordinary enforcement) ini dihadiri langsung oleh para pemangku kebijakan penegakan hukum dan pertahanan negara, di antaranya: Kapolri: Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, Gubernur Sumatera Utara: M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., Kapolda Sumatera Utara: Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., Pangdam I/Bukit Barisan: Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, DanKodaeral I: Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., Kajari: Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., Kapolrestabes Medan: Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., Kapolres Pelabuhan Belawan: AKBP Aditya S. P. Sembiring M., S.I.K., serta perwakilan Sekretaris Utama BNN Pusat, jajaran Forkopimda, alim ulama, tokoh lintas agama, akademisi, dan elemen masyarakat sipil.
Kehadiran multidimensional ini menandai konsensus nasional: perang holistik dan sistematis melawan syndication matrix peredaran gelap zat adiktif. Dalam konferensi pers pemaparan barang bukti hasil Joint Operation antara BNN, Bareskrim Polri, Ditjen Bea Cukai, Kodaeral I (TNI AL), dan Polairud, dipamerkan rekor tangkapan 1,16 ton ketamin dan psikotropika sintetis yang berhasil diintersepsi saat melintasi perairan Selat Malaka.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan manifestasi nyata dari pendekatan intelligence-led policing serta pengawasan maritim terpadu (integrated maritime surveillance).
”Selat Malaka secara geostrategis merupakan alur laut kepulauan dan chokepoint perdagangan internasional yang rentan dieksploitasi oleh sindikat narkotika transnasional sebagai korridor supply chain barang haram. Melalui konvergensi intelijen dan patroli terpadu lintas matra, kami berhasil melakukan intersepsi sebelum barang terlarang ini memenetrasi pasar domestik. Kami berkomitmen memutus rantai pasok (supply chain disruption) secara permanen dari hilir hingga ke brain center jaringan ini,” tegas Dirjen Bea dan Cukai.
Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menekankan bahwa operasi skala masif ini merupakan bentuk komitmen konkret penegakan hukum dalam mengejawantahkan direktif dan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
”Sesuai dengan mandat dan arahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Polri bersama seluruh elemen jajaran menempatkan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba sebagai prioritas keagungan nasional (national security priority). Kita memperketat perbatasan maritim di Selat Malaka serta simpul-simpul urban di seluruh Indonesia melalui pengawasan berlapis (defense-in-depth). Langkah represif dan preventif ini adalah manifestasi perlindungan terhadap bonus demografi agar fondasi Generasi Emas Indonesia terbebas dari destruksi zat adiktif, dan ini merupaka kado terbesar selama Presiden Prabowo dan Gibran selama menjabat,”ujar Kapolri dengan lugas.
Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan tim gabungan dalam membalikkan peta kerawanan (vulnerability map) di wilayah Sumatera Utara.
”Pengungkapan unprecedented ini adalah rekor penindakan terbesar sepanjang sejarah Sumatera Utara. Kita memahami kerentanan Selat Malaka yang kerap dijadikan pintu masuk utama (primary entry point) oleh sindikat narkoba. Selama ini Sumatera Utara menanggung indeks kerawanan tinggi. Namun, momentum sinergi hari ini menjadi artikulasi tegas: kita balikkan kurva peredaran gelap ini menuju zero-tolerance zone. Kita selamatkan human capital generasi muda demi menjemput Indonesia Emas 2045,” imbau Gubernur.
Pemaparan barang bukti di Dermaga Bandar Deli Belawan bukan sekadar pameran angka kuantitatif, melainkan pesan doktrinal mengenai ketegasan law enforcement Indonesia yang memberikan deterrence effect (efek jera) yang terukur terhadap ekosistem kejahatan internasional.
Di akhir konferensi pers, Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I/Bukit Barisan, Kapolda Sumut unsur pimpinan DPRD, serta tokoh masyarakat dan alim ulama secara bersama-sama mengumandangkan Ikrar Penolakan Keras Peredaran Narkoba di Sumatera Utara. Langkah ini menegaskan keberlanjutan sinergi lintas sektor dalam menjaga keandalan maritime security serta menegakkan supremasi hukum di gerbang barat Nusantara. (Liputan: Nelson Siregar)
















