Toba | suaraburuhnasional.com – Pasar tradisional masih menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Toba. Setiap hari pasar, ratusan pedagang dan pembeli memadati area pasar untuk melakukan transaksi jual beli kebutuhan pokok.
Pantauan awak media pada Rabu, 28 Oktober 2026, aktivitas pasar berlangsung ramai sejak pagi hari. Pedagang menggelar berbagai komoditas pertanian hasil bumi Toba seperti cabai merah, bawang, kol, terong, tomat, dan sayur mayur segar.
Sejumlah warga mengaku lebih memilih belanja di pasar tradisional walaupun harga cabai tembus hari ini 70.000/Kg karena harga yang lebih terjangkau dan barang yang masih segar langsung dari petani. “Kalau belanja di pasar tradisional, bisa tawar menawar dan sayurnya masih segar baru dipetik,”ujar seorang pembeli.
Selain sebagai tempat transaksi, pasar tradisional juga menjadi tempat bertemunya warga antar kecamatan untuk bersilaturahmi dan bertukar informasi. Di sisi lain, kepadatan pengunjung juga menimbulkan tantangan tersendiri, terutama terkait pengaturan lapak dan area parkir kendaraan yang perlu ditata agar lebih tertib dan lancar.
Pemerintah Kabupaten Toba melalui dinas terkait diharapkan terus melakukan pembenahan fasilitas pasar agar kebersihan, kenyamanan, dan keamanan tetap terjaga. Hingga kini, pasar tradisional tetap bertahan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tengah menjamurnya ritel modern. (Tim)















