Simalungun | suaraburuhnasional.com – Aspirasi pemekaran Kabupaten Simalungun semakin mendapat perhatian masyarakat. Kali ini, dukungan tersebut disuarakan masyarakat Kecamatan Bandar Masilam melalui kegiatan solidaritas yang digelar Gerakan Sosial untuk Simalungun (GESTUR) di Pekan Seilangge, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat terkait harapan terbentuknya Kabupaten Simalungun Hataran sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari Kabupaten Simalungun.
Dalam kegiatan itu, Ketua GESTUR, Joel Sinaga, bersama sejumlah rekan pergerakan menyampaikan orasi mengenai pentingnya pemekaran wilayah demi mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam orasinya, Joel Sinaga menjelaskan bahwa Kabupaten Simalungun memiliki wilayah yang cukup luas, yakni sekitar 4.373,5 kilometer persegi, dengan potensi daerah yang besar di sektor pertanian, perkebunan, industri, dan pariwisata.
Selain itu, Kabupaten Simalungun memiliki 32 kecamatan, 27 kelurahan, dan 386 nagori. Berdasarkan data tahun 2023 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah penduduk Simalungun mencapai sekitar 1.067.499 jiwa.
Menurutnya, luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Jarak antar kecamatan serta rentang kendali pemerintahan dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong pemekaran daerah.
“Pemekaran ini bukan semata-mata untuk membentuk daerah baru, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang lebih dekat, serta kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan potensi daerah,” ungkap Joel Sinaga dalam orasinya.
Ia menyampaikan bahwa konsep pemekaran yang diperjuangkan adalah terbentuknya dua wilayah pemerintahan, yakni Kabupaten Simalungun Induk dengan pusat pemerintahan di Raya dan Kabupaten Simalungun Hataran untuk wilayah bagian bawah.
Kegiatan solidaritas tersebut turut dihadiri masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Kecamatan Bandar Masilam Selasa (3/11/2026). Sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi pemekaran, kegiatan dirangkaikan dengan penandatanganan kain putih sepanjang kurang lebih enam meter.
Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Penandatanganan kain putih menjadi simbol dukungan dan kebersamaan dalam menyuarakan aspirasi pemekaran Kabupaten Simalungun.
Ketua GESTUR, Joel Sinaga, menegaskan bahwa gerakan solidaritas tersebut tidak akan berhenti di Kecamatan Bandar Masilam. Menurutnya, GESTUR berencana melanjutkan kegiatan serupa ke sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Simalungun guna menghimpun aspirasi dan dukungan masyarakat secara lebih luas.
“Perjuangan ini akan terus kita lanjutkan. Kami berencana mendatangi beberapa kecamatan lainnya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Selanjutnya, aspirasi tersebut akan kita bawa ke DPR RI agar dapat dibahas melalui mekanisme dan tahapan yang berlaku,” tegas Joel Sinaga.
Ia berharap, melalui gerakan solidaritas dan dukungan berbagai elemen masyarakat, wacana pemekaran Kabupaten Simalungun dapat memperoleh perhatian serius dari pemerintah dan lembaga terkait. (Junaidi MK)















