Toba | suaraburuhnasional.com – Polres Toba menggelar konferensi pers Operasi Patuh Toba 2026 pada hari ini Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 17.30 WIB di Mako Polres Toba. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Toba AKBP V.J Parapaga, S.I.K., didampingi Kasat Lantas, Kasat Reskrim di hadapan awak media.
Kapolres menjelaskan, Operasi Patuh Toba dilaksanakan serentak di seluruh jajaran kepolisian selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Oktober sampai dengan 8 November 2026, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan himbauan Kamtibmas.
Memasuki hari ke-5 operasi, dapat dilihat di depan meja press release bahwa dari Sat Lantas Polres Toba telah melakukan upaya penindakan secara humanis terhadap 35 unit knalpot tidak standar / knalpot brong. “Penindakan sesuai dengan Pasal 285 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bagi pengguna knalpot brong akan mendapatkan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan dan denda paling banyak Rp250.000,-,”tegas Kapolres.
Sebagai tindak lanjut, pada press release hari ini Kapolres bersama Kasat Lantas dan personel melakukan *pemotongan knalpot brong secara simbolis menggunakan gerinda* sebagai bukti bahwa knalpot tersebut dimusnahkan dan tidak dapat digunakan kembali, seperti terlihat pada dokumentasi foto.
Kapolres menegaskan filosofi pelaksanaan tugas sesuai arahan Bapak Kapolri: “Upaya penegakan hukum yang dilakukan kepolisian dalam bentuk apapun akan menjadi kebanggaan bagi kami untuk selalu menangkap dan mengungkap sebuah peristiwa kejahatan. Namun sebagaimana disampaikan Bapak Kapolri, alangkah mulianya bila kita mencegah terjadinya kejahatan dengan menciptakan Kamtibmas yang kondusif,”tegasnya.
Untuk itu Kapolres meminta peran aktif masyarakat, khususnya orang tua, Ketua RT, RW, Kepala Desa untuk menghimbau keluarganya.”Kita terlalu mempermasalahkan. selalu penangkapan-penangkapan, tapi kita lupa bagaimana pihak keluarga, orang tua. Saya juga hari ini orang tua, punya anak. Kita sama-sama menjaga Kamtibmas. Apabila orang tua melihat anaknya punya kendaraan knalpot yang tidak sesuai, katakan kepada anaknya untuk ganti,” imbau AKBP V.J
Menjawab pertanyaan Wartawan 1 terkait banyaknya pelajar di bawah umur yang berkendara, Kapolres menjelaskan: Polres Toba punya kegiatan Police Goes to School, Polisi Peduli Pendidikan. Sejak tahun lalu rutin berkunjung ke sekolah untuk edukasi Kamtibmas termasuk soal knalpot brong.
Langkah konkret selanjutnya, Polres Toba akan bekerja sama dengan Pemerintah melalui *Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah se-Kabupaten Toba* untuk membuat surat pernyataan antara anak dengan sekolah terkait penggunaan kendaraan. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dikeluarkan surat pemberitahuan atau surat teguran dari pihak sekolah kepada orang tua. “Langkah ini kami nilai lebih konkret dan lebih kena. Akan kami godok bersama Pak Kasat Lantas,”ujar Kapolres.
Menjawab pertanyaan Wartawan 2 terkait angkutan umum yang mengangkut pelajar dari daerah ke Balige dengan kecepatan tinggi, kondisi tidak layak, dan berdesakan hingga bergelantungan di pintu (terutama di kawasan Soposurung), Kapolres menyampaikan fakta di lapangan: sekolah-sekolah di Kabupaten Toba terpusat di Balige karena ada istilah sekolah favorit. Jumlah angkutan umum tidak sebanding dengan jumlah siswa. Kondisi kendaraan angkutan umum tidak terlalu dalam kondisi baik.
Kapolres mengakui keterbatasan personel meski sudah ada giat *Strong Point pagi hari. Pihaknya membuka akses pengaduan melalui *Call Center 110 dan laporan langsung via media sosial untuk mengungkap kendaraan yang ugal-ugalan dan overload. “Dalam berkendara di jalan raya, keselamatan dimulai dari diri sendiri. Jangan akibat kelalaian kita, kita menjadi trigger untuk kecelakaan kepada pengguna jalan yang lain,”tegasnya.
Kasat Lantas Polres Toba menambahkan, sesuai arahan pimpinan untuk bekerja selalu menggunakan hati. “Kami sudah menghimbau para pengemudi angkot di Kabupaten Toba agar tidak memberikan peluang bagi pelajar untuk bergelantungan dan tidak ugal-ugalan. Utamakan keselamatan daripada kecepatan,” ujar Kasat Lantas.
Terkait kelaikan kendaraan, sesuai PP Nomor 55 Tahun 2012, Sat Lantas bersama Dinas Perhubungan akan melaksanakan ramp check secara periodik dan berkesinambungan. Dalam rangkaian Operasi Patuh ini, ramp check dijadwalkan akan dilaksanakan di Terminal Porsea pada hari Jumat ini.
Selain itu, Kapolres dan personel rutin turun setiap hari Senin di kawasan Soposurung untuk pengaturan lalin dan menghimbau pelajar agar tidak bergelantungan demi mewujudkan zero incident dan zero kematian di Kabupaten Toba. (Tim)
















