Belawan | suaraburuhnasional.com – Ada yang berbeda dengan semilir angin di sepanjang Jalan Kampar sore ini. Di sela riuh rendah aktivitas pesisir yang tak pernah tidur, Marine Seafood Cafe bertransformasi menjadi sebuah oase keteduhan. Pada Jumat yang penuh keberkahan, 15 Mei 2026, sebuah manifestasi kemanusiaan bertajuk “Jum’at Berbagi” resmi digelar, mengukir senyum di wajah-wajah masa depan Belawan.
Acara ini bukanlah sekadar rutinitas korporasi atau seremoni formalitas belaka. Ia adalah sebuah janji suci dari manajemen Marine Seafood Cafe untuk terus bertumbuh dan membumi di atas fondasi doa-doa yang tulus.
Tepat pukul 15.30 WIB, kafe yang terletak estetis di pinggiran pantai Unikampung ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi tamu-tamu paling eksklusif: puluhan anak yatim dari Kelurahan Belawan I dan Kampung Belawan. Dalam balutan suasana yang elegan namun tetap inklusif, anak-anak tersebut hadir bukan sebagai penerima santunan biasa, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Marine Seafood Cafe.
Bagi pihak Owner dan Manajemen, momen ini adalah titik temu di mana keberhasilan bisnis bersujud di hadapan kerendahan hati. “Jum’at Berbagi” menjadi cara Marine Seafood Cafe memberi “nyawa” lebih pada setiap cangkir kopi dan hidangan yang disajikan menegaskan bahwa di balik setiap transaksi, terdapat hak kaum dhuafa yang tersalurkan dengan cara yang terhormat.
Sekat antara pengusaha dan masyarakat seolah luruh saat Al-Ustadz Zulkarnaen menyampaikan tausiyahnya. Beliau membawakan pesan mendalam tentang filosofi “Tangan di Atas”, mengingatkan bahwa kemuliaan sebuah tempat usaha tidak diukur dari kemegahan arsitekturnya, melainkan dari seberapa luas bentang manfaatnya bagi sesama.
”Hari ini, Marine Seafood Cafe tidak sedang memberi, melainkan sedang menerima. Menerima doa, menerima keberkahan, dan mengetuk pintu langit melalui tangan-tangan suci anak-anak yatim ini,” tutur Ustadz Zulkarnaen dengan nada yang menggetarkan sanubari.
Aman Pasaribu, selalu manajemen Marine Seafood Cafe, yang didampingi Meka, menegaskan bahwa agenda ini akan menjadi identitas dan kompas utama dalam menjalankan roda manajemen di tengah modernitas industri kuliner.
”Kegiatan ini adalah wujud sinergi sosial dan silaturahmi kami dengan masyarakat sekitar. Kami berharap sentuhan kecil ini dapat meringankan beban anak-anak kami tersayang, sekaligus menjadi pemantik semangat bagi mereka untuk terus bermimpi. Semoga keberkahan ini menyelimuti kita semua,” ujar Aman dengan penuh ketulusan.
Seiring tenggelamnya matahari di ufuk Belawan, acara ditutup dengan penyerahan santunan dan doa bersama yang khidmat. Marine Seafood Cafe kembali membuktikan bahwa kemewahan sejati bukan terletak pada apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang mampu kita bagikan dengan cara yang paling terhormat.
Terletak strategis di Jalan Kampar, Unikampung, Kelurahan Belawan I, Marine Seafood Cafe kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi kuliner pinggir pantai yang memikat, tetapi juga sebagai simbol kepedulian di jantung Medan Belawan. (Liputan: Nelson Siregar)


