Belawan | suaraburuhnasional.com – Sebelum menderukan mesin perang dan menerjang ombak demi menjaga benteng pertahanan maritim Nusantara, prajurit Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) terlebih dahulu bersimpuh dalam keheningan doa. Jumat (31/7/2026).
Seluruh jajaran Kodaeral I mengikuti Doa Bersama secara terpusat dari Jakarta yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Deni H. Hendrata, S.E., M.M.
Khidmatnya doa yang terpanjatkan menjadi pembuka rangkaian Latihan Operasi Pertahanan Wilayah TNI Tahun Anggaran 2026, sebuah perhelatan taktis berskala besar yang dipusatkan di perairan strategis Dabo Singkep.
Langkah ini menjadi penanda teguh bahwa di balik ketangguhan alutsista dan kesiapan tempur, prajurit Jalasena senantiasa menempatkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama. Doa bersama ini bukan sekadar tradisi menjelang penugasan, melainkan pelebur semangat, jiwa korsa, dan ikhtiar memohon keselamatan serta kelancaran tugas kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam amanatnya yang menggugah, Pangkoarmada RI menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh prajurit yang akan berpartisipasi: ”Latihan operasi adalah sarana krusial untuk menempa prajurit agar semakin profesional, tangguh, dan adaptif terhadap dinamika ancaman maritim modern. Jalani setiap tahapan dengan disiplin baja, rasa tanggung jawab penuh, serta soliditas yang tak tergoyahkan,”tegas Pangkoarmada RI.
Guna mencapai hasil operasi yang presisi dan sukses mutlak, Pangkoarmada RI menekankan tiga pilar utama: Mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan personel maupun material di setiap fase latihan. Menampilkan keperwiraan yang profesional, humanis, dan berintegritas tinggi demi menjaga marwah TNI di mata masyarakat. Memperkuat komando, koordinasi, dan komunikasi lintas armada secara solid.
Dari Jakarta hingga ke markas Kodaeral I di Belawan, gema doa membubung membawa asa agar seluruh manuver Latihan Operasi Pertahanan Wilayah TNI 2026 di Dabo Singkep berlangsung lancar, aman, dan mencapai sasaran strategis pertahanan negara.
Perpaduan antara kematangan spiritual, kesiapsiagaan tempur, dan kedekatan dengan rakyat inilah yang menjadi ruh pengabdian TNI Angkatan Laut. Jajaran prajurit Kodaeral I membuktikan bahwa mereka bukan hanya garda terdepan yang menjaga kedaulatan laut Indonesia, melainkan juga sosok pengawal bangsa yang modern, disegani lawan, dan dicintai rakyatnya. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)
















