Langkat | suaraburuhnasional.com – Catatan emas sejarah olahraga nasional kembali terukir dari tanah Sumatera Utara. Dwi Jayanti, srikandi Taekwondo bertalenta emas asal Kabupaten Langkat, resmi dipanggil membela Panji Merah Putih dalam kejuaraan bergengsi skala internasional: 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026.
Dwi akan membentangkan ketangguhannya di nomor Kyorugi Putri kelas Middle Under 73 Kg, berhadapan langsung dengan para petarung terbaik dan paling disegani dari seantero Benua Asia. Perhelatan akbar ini dipastikan bakal menyedot perhatian dunia olahraga saat menghentak Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus 2026.
Sebagai kejuaraan berstatus Grade G2, ajang ini bukan sekadar panggung kompetisi biasa. Arena ini adalah kawah candradimuka berstandar dunia, tempat para atlet papan atas Asia bertarung memperebutkan poin krusial menuju kasta tertinggi olahraga global.
Tokoh olahraga Sumatera Utara sekaligus Ketua Dewan Pembina Pengprov Taekwondo Indonesia Sumut, Musa Rajekshah (yang akrab disapa Ijeck), menyebut pencapaian Dwi sebagai momentum bersejarah yang membanggakan. ”Keikutsertaan Dwi Jayanti adalah bukti sahih bahwa anak daerah dari Kabupaten Langkat mampu menembus batas dan berdiri sejajar di level dunia. Ini bukan keberuntungan, melainkan buah manis dari disiplin baja, kerja keras tanpa henti, dan dedikasi yang tak pernah padam,”tegas Ijeck.
Lebih dari sekadar pertarungan mengejar medali, langkah Dwi Jayanti ke gelanggang Asia membawa misi mulia: menjadi pemantik mimpi bagi ribuan anak muda di daerah untuk berani menembus panggung dunia. Ijeck pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan barisan, mengalirkan doa dan dukungan terbaik bagi sang srikandi.
”Mari kita satukan doa dan energi positif dari seluruh masyarakat Langkat dan Sumatera Utara. Dukungan kita adalah nafas semangat bagi Dwi untuk menyajikan performa terbaik, melampaui batas kehebatannya, dan membawa nama Indonesia membumbung tinggi di kancah internasional,” pungkasnya penuh harap.
Kini, keringat dan perjuangan Dwi Jayanti bukan lagi milik pribadi, melainkan tumpuan harapan seluruh rakyat Indonesia untuk melihat Sang Saka Merah Putih berkibar paling tinggi di podium juara. (Liputan: Nelson Siregar/AH)
















