Marelan | suaraburuhnasional.com — Preservasi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat kembali dibuktikan secara konkret oleh jajaran Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan. Melalui eskalasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan, Tim Macan memitigasi potensi kejahatan jalanan dan meredam pergerakan kelompok pemuda yang terindikasi kuat akan melakukan konfrontasi fisik destruktif di wilayah hukum Medan Marelan.
Aksi preventif yang presisi ini berlangsung pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.10 WIB di koridor utama Jalan Marelan Raya Pasar 2, tepatnya di pelataran Irian Supermarket. Dalam intervensi terukur tersebut, petugas mengisolasi pergerakan seorang pemuda berinisial MAPH (20), warga Jalan Bersama, Letda Sujono, yang diduga tengah melakukan koordinasi taktis bersama kelompoknya untuk memicu bentrokan massal.
Dari tangan terduga pelaku, aparat menyita sejumlah barang bukti yang teridentifikasi sebagai instrumen berisiko tinggi: 1 unit sajam jenis celurit (instrumen penyerangan fisik). 1 unit smartphone Android (diidentifikasi sebagai sarana konsolidasi massa). 1 unit sepeda motor Yamaha NMax (kendaraan operasional di lapangan).
Mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring M., S.I.K., Kepala Bagian Operasional Kompol Jon Piter Napitupulu, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penindakan ini berawal dari penemuan anomali perilaku di ruang publik saat penyisiran patroli.
“Personel mendeteksi adanya anomali visual berupa sekelompok pemuda berboncengan tiga yang memperlihatkan kecenderungan agresif sembari membawa senjata tajam. Guna meredam eskalasi konflik yang berpotensi menimbulkan collateral damage bagi masyarakat, Tim Macan melakukan perintangan dan pengejaran secara terukur,” tegas Kompol Jon Piter Napitupulu.
Pengejaran taktis tersebut berhasil menghentikan laju kendaraan pelaku di area Pasar 2. Meski beberapa anggota kelompok berhasil melakukan manuver pelarian dengan memanfaatkan situasi medan, efektivitas penindakan petugas berhasil melumpuhkan ruang gerak MAPH tanpa menimbulkan kepanikan publik.
“Satu terduga pelaku berhasil direduksi pergerakannya beserta barang bukti celurit. Terhadap individu lain yang melarikan diri, tim penyidik tengah melakukan identifikasi dan perburuan sistematis berbasis pemetaan rekam jejak,” tambahnya.
Kompol Jon Piter menegaskan bahwa pemetaan wilayah rawan (hotspot mapping) dan deteksi dini akan terus dioptimalkan guna mengeliminasi gangguan keamanan laten, mulai dari tawuran hingga bentuk kejahatan jalanan lainnya.
Saat ini, terduga pelaku MAPH beserta barang bukti telah diamankan di markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan komprehensif serta proses hukum prosedural. Langkah tegas ini menegaskan komitmen otoritas kepolisian dalam menindak tegas setiap potensi disintegrasi ketertiban di wilayah hukum Pelabuhan Belawan. (Nelson Siregar/Hms)
















