Belawan | suaraburuhnasional.com – Pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang presisi dan adaptif tidak sekadar bertumpu pada formulasi kebijakan top-down, melainkan pada kepekaan empiris dalam menyerap dinamika serta kebutuhan riil prajurit di lapangan. Semangat inklusif dan dialogis inilah yang mengemuka dalam pergelaran Safari Personel (Pers) TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2026 di Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I), Belawan, Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang terpusat di Gedung Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Kodaeral I tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Waaspers Kasal), Laksamana Pertama TNI Deni Herman, S.T., M.A.P., CHRMP., CFrA., M.Tr.Opsla., beserta jajaran delegasi Mabesal.
Agenda ini menjadi kristalisasi komitmen Staf Personel Angkatan Laut (Spersal) dalam menyelaraskan arah kebijakan pembinaan karier, merajut komunikasi proporsional, serta mengeskalasi sinergi antara Markas Besar dan satuan pelaksana operasional.
Lebih dari sekadar media diseminasi informasi, Safari Pers 2026 didesain sebagai laboratorium aspirasi untuk melakukan problem mapping (pemetaan masalah), mengidentifikasi hambatan struktural, serta membedah tantangan multidimensional yang dihadapi satuan di daerah dalam menjaga kesiapsiagaan tempur dan operasional TNI AL.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Waaspers Kasal beserta rombongan melaksanakan peninjauan lapangan ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) dr. Komang Makes. Peninjauan ini didampingi oleh Asisten Personel (Aspers) Kodaeral I dan disambut jajaran pimpinan medis, meliputi Kepala Dinas Kesehatan Kodaeral I, Kepala Rumkital dr. Komang Makes, serta jajaran staf medik.
Salah satu fokus inspeksi adalah kelaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas ini memegang peranan vital dalam biosafety (keamanan hayati) dan sanitasi ekologis, guna menekan potensi biological hazard serta menjamin keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability). Evaluasi terhadap sarana kesehatan ini menegaskan bahwa tingkat ketersediaan (availability) dan keandalan (reliability) fasilitas medis berbanding lurus dengan pemeliharaan moril serta kesejahteraan (well-being) prajurit beserta keluarganya.
Perjalanan dinas kemudian dilanjutkan menuju Kompleks TNI AL Barakuda. Kehadiran Waaspers Kasal beserta delegasi diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Administrasi Personel (Kadisminpers), Kepala Keuangan Wilayah (Kakuwil), dan Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan (Kadisfaslan) Kodaeral I.
Di lokasi ini, rombongan meninjau rencana modernisasi dan renovasi rumah ibadah (masjid) serta sarana olahraga (lapangan sepak bola) sebagai bagian dari program peningkatan kualitas infrastruktur pangkalan. Perspektif Mental-Spiritual: Rumah ibadah diposisikan sebagai domain psychological grounding dan pembinaan karakter religius.
Sarana olahraga berfungsi sebagai instrumen pemeliharaan physical fitness, ketahanan kardiovaskular, dan pembentukan kohesi sosial antar-prajurit.
Intervensi terhadap dua aspek ini membuktikan bahwa pembinaan personel (personnel management) secara holistik tidak hanya menyentuh dimensi profesionalisme teknis-militer, tetapi juga mencakup keseimbangan psiko-sosial prajurit.
Mengusung pendekatan bottom-up melalui metodologi belanja masalah, Safari Pers TNI AL TA 2026 berupaya menghimpun data primer mengenai kondisi faktual di daerah. Input empiris ini selanjutnya direkapitulasi menjadi bahan evaluasi komprehensif bagi jimpinan Mabesal dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, rasional, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan organisasi.
Melalui ruang dialog interaktif dan komunikasi dua arah (two-way communication), kesenjangan persepsi dapat diminimalisasi. Kebijakan pimpinan dipahami secara utuh, sementara realitas objektif di lapangan diakomodasi sebagai bahan pertimbangan strategis.
”Kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia TNI Angkatan Laut tidak semata-mata ditentukan oleh keahlian taktis, melainkan diekskalasi oleh ekosistem kerja yang kondusif, jaminan kesehatan yang proporsional, serta pemenuhan kesejahteraan yang holistik.”
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis data (data-driven decision making), TNI Angkatan Laut terus memantapkan langkah dalam mencetak prajurit yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga memiliki resiliensi tinggi dalam mengawal kedaulatan maritim Nusantara. (Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)
















