Nagan Raya | suaraburuhnasional.com – Siang itu, Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nagan Raya tidak hanya menjadi tempat berkumpul para wartawan. Ada suasana berbeda yang terasa. Sejumlah orang dari latar belakang dan lembaga yang berbeda duduk bersama, berbincang, dan menikmati hidangan makan siang dalam suasana penuh keakraban.
Tidak ada podium panjang ataupun agenda pidato yang mendominasi pertemuan. Sesekali percakapan mengalir di antara mereka. Ada sapaan, tawa, dan cerita yang mungkin tidak selalu sempat disampaikan dalam kesibukan masing-masing.
Selasa, 3 November 2026, menjadi salah satu hari ketika sekat-sekat kelembagaan sejenak mencair dalam sebuah pertemuan sederhana yang digelar pengurus PWI Nagan Raya.
Mereka yang hadir berasal dari berbagai unsur. Pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga vertikal, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi pers. Semua berkumpul dalam satu ruang, membawa kesibukan dan tanggung jawab masing-masing, tetapi dipertemukan oleh satu hal: silaturahmi.
Bagi Ketua PWI Nagan Raya, Zulfikar, pertemuan seperti itu bukan sekadar agenda makan bersama. Ada hubungan yang perlu dirawat, komunikasi yang perlu dijaga, dan kebersamaan yang tidak boleh hanya tumbuh ketika kepentingan tertentu mempertemukan. Ia menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan melalui koordinasi dan kesepakatan pengurus PWI Nagan Raya.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin terus mempererat silaturahmi dan membangun kemitraan yang baik dengan Forkopimda maupun seluruh kolega lintas sektor. Kegiatan seperti ini memang kita agendakan setiap tahun sebagai ruang untuk menjaga kebersamaan dan komunikasi,” ujar Zulfikar.
Di antara para undangan yang hadir, tampak Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRK Dr. Said Syahrul Rahmad, S.H., M.H., Kapolres AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., serta Kepala Kejaksaan Negeri Arwin Adinata, S.H., M.H.
Turut hadir perwakilan Kodim, Wakapolres, Kepala Kantor Kementerian Agama Dr. Salman Alfarisi, perwakilan Yonif TP 856/SBS, Brimob Batalyon C Pelopor, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arafik Karim, MPA, serta sejumlah pejabat dan tokoh dari berbagai lembaga. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Serikat Wartawan Indonesia (SWI), Ikatan Wartawan Online (IWO), dan unsur perguruan tinggi.
Bagi insan pers, menjaga hubungan dengan berbagai pihak memang menjadi bagian dari kehidupan profesi. Setiap hari, wartawan berhadapan dengan banyak peristiwa, mencari informasi, mengonfirmasi fakta, dan menyampaikan berbagai persoalan kepada publik.
Di balik pekerjaan itu, komunikasi tetap membutuhkan ruang untuk tumbuh. Tidak semua percakapan harus dimulai dengan pertanyaan jurnalistik. Tidak setiap perjumpaan harus berujung pada pemberitaan. Ada ruang bagi manusia untuk saling mengenal, memahami kesibukan, dan menjaga hubungan baik.
Namun, keakraban juga tidak boleh mengaburkan batas profesionalisme. Pers tetap memiliki tanggung jawab menjaga independensi dan menyuarakan kepentingan publik. Kemitraan yang sehat justru memberi ruang bagi keterbukaan, termasuk ketika pers harus menjalankan fungsi kritik dan kontrol sosial. Zulfikar berharap pertemuan tahunan tersebut dapat terus menjadi jembatan komunikasi antara PWI dan seluruh mitra lintas sektor di Nagan Raya.
Sebab, pada akhirnya, sebuah hubungan tidak cukup dibangun melalui pertemuan sesekali. Ia membutuhkan kemauan untuk saling menghargai dan menjaga komunikasi, bahkan ketika tidak ada kepentingan yang sedang diperjuangkan.
Siang itu, meja makan menjadi tempat sederhana untuk merawat sesuatu yang lebih panjang usianya daripada sebuah acara: persaudaraan dan kebersamaan. (Didit)
















