30 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026
Beranda blog Halaman 10

Kemnaker dan LAN Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Peserta

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Corporate University Lembaga Administrasi Negara (LAN) memperkuat Program Pemagangan Nasional (MagangHub) guna meningkatkan kesiapan kerja peserta melalui pengembangan kompetensi dan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja.

Penguatan MagangHub tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival MagangHub yang menjadi wadah kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja peserta magang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan MagangHub merupakan salah satu instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki pasar kerja dengan bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Afriansyah saat membuka Festival MagangHub hasil kolaborasi Kemnaker dan Corporate University LAN di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Afriansyah, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara cepat. Karena itu, sistem pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga perlu memberikan pengalaman langsung melalui praktik di lingkungan kerja.

Sebagai upaya memperluas akses pemagangan, Kemnaker mengembangkan MagangHub yang mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan perusahaan maupun instansi pemerintah penyelenggara program. Kolaborasi dengan Corporate University LAN dilakukan untuk memperkuat pengembangan kompetensi dan soft skills peserta sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

“Melalui MagangHub, peserta tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi sesuai bidang keahlian, tetapi juga mengasah berbagai keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, literasi digital, kecerdasan emosional, dan etos kerja,” kata Afriansyah.

Afriansyah menambahkan, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas Program Pemagangan Nasional melalui berbagai penguatan, antara lain perluasan akses bagi lulusan pendidikan profesi, pemberian manfaat sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. “Mari kita jadikan pemagangan sebagai gerakan bersama untuk mencetak tenaga kerja Indonesia yang kompeten, produktif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Afriansyah.

Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq mengatakan program magang tidak sekadar menjadi sarana praktik kerja, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk kompetensi, karakter, serta kesiapan generasi muda menghadapi perubahan.

Menurutnya, kolaborasi antara MagangHub dan Corporate University LAN merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya belajar sepanjang hayat sekaligus memperkaya pengalaman peserta magang melalui berbagai program pengembangan soft skills.

“Peserta magang menjadi bagian dari organisasi. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar memahami nilai, budaya kerja, serta mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai bidang,” ujar Taufiq. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Sinergi Pemuda dan Aparat, Karang Taruna Bandar Masilam Edukasi Warga Tolak Tindak Pencurian

0

 

Simalungun | suaraburuhnasional.com – Mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Karang Taruna bersama Pemerintah Nagori (Pemnag) Partimbalan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pemahaman Hukum serta Nilai Keagamaan dalam Pencegahan Tindak Pidana Pencurian. Kegiatan ini berpusat di Balai Nagori Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, acara ini dihadiri oleh Pangulu Nagori Partimbalan Deyarma Sargih, Kapolsek Bandar Huluan Iptu Banjar Nahor, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar Masilam Muhammad Nasrin Syahputra, serta Ketua Karang Taruna Nagori Partimbalan Abdi Hasbullah Tanjung. Puluhan warga setempat beserta anggota Karang Taruna juga tampak antusias memadati ruangan.

Pangulu Nagori Partimbalan, Deyarma Sargih, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat benteng moral masyarakat setempat. “Kami berharap sosialisasi ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi benar-benar melahirkan kesadaran kolektif. Dengan memahami hukum negara dan mempertebal iman melalui nilai agama, kita bisa saling menjaga lingkungan dari potensi tindak pidana pencurian,”ujar Deyarma.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Bandar Huluan Iptu Banjar Nahor menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan (Kamtibmas). Keamanan wilayah tidak bisa hanya bersandar pada aparat kepolisian, melainkan butuh sinergi erat dari warga.

“Pencegahan adalah langkah terbaik. Melalui pemahaman hukum yang baik, masyarakat akan tahu konsekuensi hukum dari tindakan kriminal, sehingga dapat berpikir dua kali sebelum bertindak, sekaligus lebih waspada terhadap potensi kejahatan di sekitar mereka,” tegas Iptu Banjar Nahor.

Sebelum membuka acara secara resmi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar Masilam, Muhammad Nasrin Syahputra, menyatakan bahwa pemuda harus menjadi garda terdepan dalam membawa dampak positif di Nagori. “Karang Taruna harus hadir sebagai solusi dan agen perubahan. Lewat sosialisasi ini, kami ingin membekali generasi muda dan warga dengan benteng hukum yang kuat serta pemahaman agama yang kokoh demi terciptanya Nagori Partimbalan yang aman, damai, dan kondusif,”ungkap Nasrin saat membuka acara secara resmi.

Edukasi utama dalam acara ini dibawakan oleh dua narasumber berkompeten yang berasal dari STAI Panca Budi Perdagangan, yaitu Hamdani, S.H., M.Kn., dan Muhammad Wahyudi, M.Pd.I. Dari perspektif hukum positif, Hamdani, S.H., M.Kn., mengupas tuntas pasal-pasal tindak pidana pencurian berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ia menjelaskan bahwa hukum tidak memandang bulu dan siap memberikan sanksi tegas bagi siapapun yang mengambil hak orang lain secara melawan hukum. Penjelasan ini bertujuan memberikan efek detersif (efek jera) sejak dini kepada masyarakat.

Sementara itu, Muhammad Wahyudi, M.Pd.I., melengkapinya dari sudut pandang religius. Ia menekankan bahwa dalam nilai keagamaan, mencuri adalah perbuatan dosa besar yang merusak berkah kehidupan dan tatanan sosial. Menurutnya, memperkuat fondasi keimanan di tingkat keluarga adalah kunci utama memutus rantai kriminalitas.

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana warga aktif berdiskusi mengenai langkah-langkah preventif menjaga keamanan lingkungan sehari-hari. (JMK)

Brimob Polda Sumut All Out Amankan Piala AFF U-19 ASEAN Toba 2026

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menunjukkan kesiapan penuh dalam mendukung pengamanan ajang internasional Piala AFF U-19 ASEAN Toba 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara dan sejumlah titik pengamanan lainnya, Kamis (11/6/2026).

Kesiapsiagaan personel diawali dengan apel gabungan pengamanan di Stadion Utama Sumatera Utara, Batang Kuis, yang dipimpin Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si. Apel tersebut menjadi bentuk pengecekan akhir terhadap seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan pertandingan internasional tersebut.

Selanjutnya, apel kesiapsiagaan personel Brimob dipimpin Danyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut selaku Kasubsatgas PHH, Kompol Muktar Iswanto Kadoli, S.I.K., M.H., guna memastikan kesiapan personel, perlengkapan, kendaraan operasional, serta pola pengamanan berjalan optimal dan terkoordinasi.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama pertandingan berlangsung, personel Subsatgas SPP (Satuan Penindak Perusuh) yang dipimpin Wadanyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut selaku Kasubsatgas SPP, Kompol Abdul Holid, S.Sos., M.H., turut disiagakan di lokasi pengamanan.

Untuk memperkuat koordinasi dan pemahaman tugas di lapangan, personel Brimob juga mengikuti Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops Polresta Deli Serdang, Kompol M. Amdi. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta strategi pengamanan guna memastikan seluruh tahapan pertandingan berjalan aman dan kondusif.

Tidak hanya berfokus pada pengamanan stadion, personel Satuan Brimob Polda Sumut juga melaksanakan pengamanan kegiatan penukaran tiket semifinal antara Timnas Indonesia melawan Timnas Australia yang berlangsung di kawasan Perumahan Citraland Batang Kuis.

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, AKP Alwi Budi Utomo, turun langsung melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap personel untuk memastikan seluruh rangkaian penukaran tiket berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran personel Brimob di lokasi menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta para suporter. Personel tampak sigap melakukan pengaturan situasi, pengawasan antrean, hingga pengamanan di sekitar area kegiatan guna menjaga kondisi tetap kondusif.

Hingga saat ini, proses penukaran tiket telah mencapai sekitar 7.000 gelang dan berlangsung tanpa kendala maupun gangguan kamtibmas. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga terpantau lancar sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, S.I.K., menegaskan bahwa Polda Sumut telah menyiapkan pengamanan secara maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian Piala AFF U-19 ASEAN Toba 2026 berjalan aman, tertib, dan sukses.

“Polda Sumut berkomitmen memberikan pengamanan terbaik pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari penukaran tiket, kedatangan tim, pertandingan hingga kepulangan penonton. Seluruh personel yang terlibat telah dibekali pola pengamanan yang terukur dan profesional agar masyarakat maupun suporter dapat menikmati pertandingan dengan aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan suporter untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama berlangsungnya turnamen serta mematuhi aturan yang berlaku di area stadion.

Dengan semangat “Brimob Untuk Nusa dan Bangsa”, Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan dedikasi, kesiapsiagaan, dan profesionalisme dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Piala AFF U-19 ASEAN Toba 2026 di Sumatera Utara, sekaligus memastikan situasi keamanan tetap terjaga sepanjang perhelatan sepak bola internasional tersebut. (Mal)

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 8 PMI ke Malaysia, 5 Orang Jadi Tersangka

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com -Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA/PPO) Polda Sumatera Utara menggagalkan upaya penyelundupan delapan calon pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural ke Malaysia melalui jalur laut. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Direktur Reserse PPA/PPO Polda Sumut Kombes Pol Kristinattara Wahyuningrum menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen terkait adanya rencana pemberangkatan warga negara Indonesia secara ilegal menuju Malaysia menggunakan kapal kayu dari kawasan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

“Tim gabungan Ditres PPA/PPO bersama Satgas Bais Tanjung Balai Asahan melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kapal beserta para pelaku dan korban di Perairan Kuala Bagan Asahan pada 2 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Kristinattara saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Kamis (11/6/2026).

Delapan korban yang seluruhnya laki-laki rencananya akan dipekerjakan sebagai nelayan dan buruh bangunan di Malaysia. Mereka berasal dari Kabupaten Asahan, Batu Bara, Serdang Bedagai dan wilayah sekitarnya.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit kapal kayu pukat jaring warna biru-merah, 11 unit telepon genggam, serta uang tunai Rp480 ribu.
Kelima tersangka berinisial B, IN, MJ alias MJT, AA dan P alias I kini ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Mereka dijerat Pasal 457 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. Selain itu, para tersangka juga dijerat Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (Mal)

Plh Wali Kota Fadly Abdina Terima Piagam Penghargaan dari Menteri Hukum RI

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kota Tanjungbalai diwakili Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukungan Pemerintah Kota Tanjungbalai terhadap pelaksanaan program bantuan hukum bagi masyarakat.

Kegiatan Penguatan Bantuan Hukum dan Peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan se-Sumatera Utara yang diselenggarakan Kementerian Hukum Republik Indonesia dilaksanakan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (10/6/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pemulihan kondisi sosial masyarakat harus menjadi tujuan utama dalam penyelesaian persoalan hukum.

Menurutnya, pendekatan restorative justice perlu dikedepankan dengan melibatkan Posbankum, Bhabinkamtibmas, program Jaga Desa dari Kejaksaan, serta Babinsa TNI guna membangun kembali harmoni sosial di tengah masyarakat.

Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mewakili Wali Kota Tanjungbalai menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap penguatan bantuan hukum bagi masyarakat khususnya di wilayah Kota Tanjungbalai.

Dalam rangka mendukung penuh program bantuan hukum bagi masyarakat, khususnya masyarakat kelompok rentan, Ia menegaskan Pemerintah Kota Tanjungbalai dibawah Kepemimpinan Wali Kota Tanjungbalai Bapak Mahyaruddin Salim berkomitmen dan siap mendukung program bantuan hukum agar masyarakat, khususnya kelompok rentan, memperoleh akses keadilan secara merata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Sumatera Utara, kepala daerah dan ketua DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Utara, mendampingi Plh Wali Kota Tanjungbalai Kabag Hukum Setdako Tanjungbalai Herman Gultom, serta undangan lainnya. (Indah)

Bupati TRK Minta Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan 647 Huntap Korban Banjir Beutong Ateuh

0

 

Nagan Raya | suaraburuhnasional.com -Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., meminta pemerintah pusat segera mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang terdampak parah akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

Permintaan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026), dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Dalam rapat tersebut turut hadir Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta para bupati dan wali kota se-Aceh guna membahas langkah percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Di hadapan Menteri Dalam Negeri, Teuku Raja Keumangan menjelaskan banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Nagan Raya. Namun, dampak paling berat terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang berada di kawasan pegunungan.

Menurutnya, dari empat desa yang berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dua desa mengalami kerusakan cukup parah. Sebanyak 647 rumah warga harus dibangun kembali dalam bentuk hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Ia menjelaskan seluruh pertapakan lahan untuk pembangunan hunian tetap telah selesai disiapkan. Pemerintah daerah berharap proses pembangunan fisik dapat segera dimulai agar masyarakat memperoleh tempat tinggal yang layak.

Teuku Raja Keumangan mengatakan hasil koordinasi terakhir dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan adanya komitmen untuk segera memulai proses pembangunan fisik hunian tetap bagi warga yang terdampak banjir.

Selain hunian tetap, Bupati Nagan Raya juga menyoroti kondisi sarana pendidikan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Hingga kini, siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih belajar di fasilitas darurat.

Ia berharap kementerian terkait dapat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan kembali gedung sekolah permanen sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara normal serta memberikan rasa aman kepada para siswa.

“Anak-anak kita masih belajar di sekolah darurat. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan dengan baik,” kata Teuku Raja Keumangan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nagan Raya juga melaporkan kerusakan infrastruktur di Kecamatan Darul Makmur. Sebuah jembatan rangka baja sepanjang sekitar 200 meter di Desa Alue Waki dilaporkan hancur akibat banjir.

Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan sekitar 150 kepala keluarga yang tinggal di dua dusun seberang sungai terisolasi dari akses utama. Kondisi itu berdampak terhadap aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Saat ini para pelajar dan petani kelapa sawit terpaksa menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi sungai yang berarus deras. Selain membahayakan keselamatan, biaya transportasi dan distribusi hasil kebun juga meningkat.

Menutup penyampaiannya, Teuku Raja Keumangan meminta dukungan serta perhatian cepat dari pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya.

Bupati yang dikenal dengan sebutan Raja Beutong itu juga mengundang Menteri Dalam Negeri untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus mengunjungi Masjid Giok yang menjadi ikon wisata religi Kabupaten Nagan Raya.

“Harapan kami, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan hunian tetap, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur yang rusak akibat bencana,”pungkasnya. (Dia)

Polres Pelabuhan Belawan Patahkan Rantai Edar Sabu

0

 

​Marelan | suaraburunasional.com – Ketegasan aparat penegak hukum kembali diuji di garis depan perang melawan narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Pelabuhan Belawan membuktikan komitmennya lewat sebuah operasi senyap yang presisi. Seorang pria berinisial R (43), yang diduga kuat berperan sebagai arsitek pengedar sabu di kawasan Medan Marelan, berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti.

​Aksi penggerebekan yang berlangsung pada Rabu sore (3/6) pukul 18.00 WIB di Jl. Marelan VIII Gg. Saudara, Kelurahan Rengas Pulau ini, menjadi pesan berantai yang tegas: tidak ada zona aman bagi bisnis haram di wilayah hukum Belawan.

​Keberhasilan operasi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari keberanian masyarakat yang menolak tunduk pada cengkeraman narkoba. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., menegaskan bahwa informasi dari warga adalah hulu dari hancurnya hilir peredaran gelap ini.

​”Kami bergerak atas nama hukum dan ketenteraman masyarakat. Laporan warga yang resah langsung kami konversi menjadi penyelidikan mendalam. Begitu target dan titik koordinat terkunci, tim langsung melakukan penetrasi dan penggerebekan taktis,”ungkap AKP A.R. Riza.

​Langkah taktis petugas di lapangan berhasil mengepung kediaman tersangka, menutup rapat setiap celah yang memungkinkan R untuk meloloskan diri atau menghilangkan barang bukti.

​Penggeledahan yang dilakukan secara cermat di dalam rumah tersangka menyingkap tabir gelap aktivitas kesehariannya. Petugas menemukan sebuah “etalase kejahatan” yang menjadi modal utama R dalam meracuni lingkungan sekitar.

​Berikut adalah rincian barang bukti yang berhasil disita dan diamankan oleh petugas: Jenis Barang Bukti Spesifikasi dan Fungsi Kejahatan, 10 Paket SabuDikemas dalam plastik klip transparan, siap didistribusikan ke konsumen. Alat Ukur dan Kemasan1 bungkus klip kosong dan 1 unit timbangan digital untuk akurasi takaran jual. Perangkat Taktis1 pipet plastik runcing (sekop mini) dan tas tangan merah muda sebagai tempat kamuflase. Alat Komunikasi1 unit ponsel Android Oppo hitam, diduga kuat berisi rekam jejak digital transaksi. Uang tunai Rp 70.000,- yang diidentifikasi sebagai sisa sirkulasi hasil penjualan hari itu.

Dihadapkan pada fakta-fakta persidangan lapangan yang tak terbantahkan, benteng pertahanan R runtuh. Di hadapan penyidik, pria paruh baya ini mengakui secara absolut bahwa seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya dan mengonfirmasi keterlibatannya dalam jaringan pengedar sabu lokal.

​Deklarasi Perang Jangka Panjang: “Polisi dan Rakyat adalah Amunisi”
​Kasus ini menjadi cermin bagi komitmen tanpa batas Polres Pelabuhan Belawan. AKP A.R. Riza menggarisbawahi bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh hangat-hangat tahi ayam, melainkan sebuah gerakan berkesinambungan yang membutuhkan napas panjang.

​”Kami tidak akan berhenti hanya pada penangkapan ini. Struktur jaringan di atasnya akan terus kita kejar. Kami mengapresiasi tinggi keberanian warga Marelan. Ingat, setiap informasi yang Anda berikan adalah amunisi berharga untuk menyelamatkan satu generasi dari kehancuran,”pungkasnya dengan nada lugas.

​Kini, petualangan gelap R berakhir di sel tahanan Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan. Menanti di depannya adalah rangkaian proses hukum formal berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengancamnya dengan pidana penjara tahunan yang menguras sisa usianya.

​Bagi khalayak ramai, kisah ini menjadi pengingat berharga: di balik dinding rumah yang tampak biasa, sinergi antara mata masyarakat dan tangan hukum akan selalu mampu membongkar kejahatan sedalam apa pun ia disembunyikan. (Liputan: Nelson Siregar/Hms)

Plh Wali Kota Fadly Abdina Kunker dengan Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kota Tanjungbalai dipimpin Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tajul Abrar, Kabag Perekonomian Rini Diana dan OPD terkait melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut, Medan, Senin (8/6/2026).

Plh Wali Kota dan rombongan diterima Sales Branch Manager Medan VII Gas Pertamina Patra Niaga Erky Randika dan Tim Comrel Sumbagut Donta. Pertemuan antara Pemko Tanjungbalai dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menanggapi terkait keluhan masyarakat mengenai ketersediaan LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir.

Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut melalui SBM VII Gas Pertamina Erky Randika mengatakan Pasokan LPG ke SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) Tanjungbalai terpantau berjalan lancar dan didukung fasilitas penyimpanan yang memadai. Penyaluran LPG 3 Kg kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui lima agen LPG subsidi (PSO) yang beroperasi di Kota Tanjungbalai.

Erky menambahkan, berdasarkan data operasional, rata-rata penyaluran LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai mencapai sekitar 17.360 tabung per hari atau setara 52,08 MT. Dalam beberapa waktu terakhir, realisasi penyaluran juga tercatat berada pada kisaran normal, yakni antara 15.860 hingga 17.360 tabung per hari. (Indah)

Analisis Khusus Tranformasi Urban dan Mitigasi Kebencanaan

0

 

​Medan | suaraburuhnasional.com — Cetak biru (blueprint) pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Kota Medan kini tengah berada di pusaran polemik hangat. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan secara terbuka melayangkan kritik tajam, menilai mega proyek ini kurang realistis, berisiko tinggi, serta rentan mengorbankan ruang aspal kota yang dimensinya sudah sangat terbatas di tengah kepungan macet kronis.

​Sekretaris Organda Kota Medan, Jaya Sinaga, mengungkapkan kegusaran mendalam atas eksekusi fisik BRT Mebidang di lapangan. Menurutnya, pemerintah terkesan memaksakan adopsi konsep transportasi barat yang kurang adaptif, tanpa melakukan kalkulasi matang terhadap anatomi riil dan geometris jaringan jalan di Kota Medan.

​Sebagai contoh empiris, Jaya menunjuk kondisi nyata di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Jalur nadi utama kota tersebut secara total hanya memiliki bentang lebar sekitar 30 meter, sudah mencakup trotoar sisi kiri dan kanan. Dengan ruang gerak seadanya itu, lajur kendaraan umum maupun pribadi dipastikan bakal semakin tercekik akibat “kanibalisasi” ruang demi membangun koridor permanen BRT di median jalan.

Alih-alih mengurai benang kusut kemacetan, proyek ini dikhawatirkan justru menjadi episentrum baru stagnasi lalu lintas di jantung kota. Kami tidak anti-kemajuan. Organda mendukung penuh modernisasi moda transportasi massal, namun transformasinya wajib mengakar pada aspek sosial, budaya, dan kondisi objektif lapangan. Tanpa ada garansi psikologis bahwa warga Medan akan sudi melompat dari kendaraan pribadi mereka ke BRT, kebijakan ini adalah sebuah perjudian ruang yang sangat berisiko,” cetus Jaya Sinaga.

​Awan skeptisisme ini bukan tanpa dasar. Organda mengajak publik berkaca pada riwayat program Buy The Service (BTS) lewat Bus Trans Metro Deli yang diluncurkan akhir 2020, lalu disusul kehadiran Bus Listrik pada 2024. Hingga detik ini, armada modern di lima koridor tersebut kerap kedapatan melenggang sunyi tanpa penumpang.

Warga Medan rupanya masih enggan turun dari jok sepeda motor atau kenyamanan mobil pribadi mereka. Alih-alih menggelontorkan anggaran raksasa untuk beton separator koridor baru, Organda menyarankan pemerintah mengalihkan fokus pada program peremajaan angkutan kota (angkot) serta pemberian insentif tarif gratis bagi kelompok pelajar.

​Membaca dinamika publik yang menggelinding kencang, Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Sibarani, memilih berdiri di poros tengah. Pada satu sisi, ia mengapresiasi visi BRT sebagai alternatif moda transportasi massal masa depan yang ramah lingkungan demi mewujudkan ekosistem urban yang lebih hijau, sehat, dan efisien. Namun di sisi lain, legislator kawakan ini memberikan catatan tebal agar proyek strategis nasional ini tidak sampai mematikan periuk nasi para pengusaha dan sopir angkot konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga.

​Bagi Timbul, BRT dan angkot konvensional tidak perlu saling menyingkirkan, melainkan harus dikawinkan secara harmonis lewat orkestrasi integrasi yang matang. Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa integrasi adalah kunci mutlak arsitektur transportasi massal di Sumatra Utara. Dengan sokongan dana masif dan bentang wilayah operasional yang luas, BRT wajib diposisikan sebagai pemangku koridor utama (trunk line) pada titik-titik makro kota. Sementara itu, angkot konvensional direfungsikan sebagai urat nadi pengumpan (feeder) pada jalur-jalur mikro yang selama ini menjadi teritori alami mereka.

​Pemerintah Provinsi Sumatra Utara melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat meredam riak kekhawatiran publik. Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, memaparkan skenario transformasi ini secara sistematis. Yuda meluruskan praduga yang beredar dan menegaskan bahwa transisi menuju angkutan publik massal berbasis bus listrik ini telah dirancang lewat kalkulasi akademik yang matang demi visi jangka panjang daerah.

​Mengenai nasib para pengemudi angkot, Yuda menggaransi bahwa pemerintah sama sekali tidak berniat menghapus eksistensi mereka. Peran mereka justru akan dielevasi menjadi jaringan pengumpan (feeder) resmi yang bertugas menjemput penumpang dari kawasan padat permukiman menuju koridor utama BRT. Khusus pada proyek BRT Mebidang ini, Dinas Perhubungan telah merampungkan pemetaan 17 rute feeder strategis untuk mengunci konektivitas wilayah.

​Demi memuluskan masa transisi yang krusial ini, pemerintah telah menyiapkan instrumen insentif berupa skema subsidi kepada para pengusaha dan pengemudi angkot umum. Langkah upgrading ini ditujukan agar mereka mampu meningkatkan standar pelayanan ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, keran program peremajaan armad juga dibuka lebar: kendaraan konvensional dapat dikonversi menjadi bertenaga listrik, atau memanfaatkan subsidi insentif khusus untuk pembelian unit baru yang lebih representatif.

​Di sektor hulu, Dinas Perhubungan Sumut juga menginisiasi program investasi manusia melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi mengemudi secara cuma-cuma bagi para pengemudi angkot maupun bus lama. Program ini disiapkan agar mereka memiliki kualifikasi formal untuk naik kelas menjadi pramudi bus listrik komersial dengan struktur pendapatan yang jauh lebih stabil dan manusiawi.

Transformasi ini sejatinya dirancang bukan untuk mematikan roda ekonomi yang sudah ada, melainkan menjahitnya kembali ke dalam satu sistem transportasi publik yang modern, inklusif, dan humanis. (Liputan : Nelson Siregar)

Kapolda Sumut Tinjau Sentra Bawang Putih di Samosir, Tegaskan Dukungan Polri untuk Ketahanan Pangan Nasional

0

 

Samosir | suaraburuhnasional.com -Kapolda Sumatera Utara, Whisnu Hermawan Februanto, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir, Rabu (10/6/2026), dengan meninjau lahan budidaya bawang putih milik kelompok tani di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Sumut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Sumatera Utara.

Kapolda bersama rombongan tiba di Kabupaten Samosir menggunakan helikopter Ditpolairud Polda Sumut dan mendarat di Helipad Hotel Labersa Samosir sekitar pukul 09.35 WIB. Kedatangannya disambut oleh Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, serta Kapolres Samosir, Rina Sry Nirwana Tarigan.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju lahan pertanian bawang putih milik Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo di Dusun II, Desa Maduma. Di lokasi tersebut, Kapolda menerima paparan terkait pengembangan lahan seluas 10 hektare, yang terdiri dari 3 hektare lahan produktif dan 7 hektare lahan yang masih dalam tahap pengembangan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut menyampaikan apresiasi kepada para petani yang terus berupaya mengembangkan sektor pertanian di tengah berbagai tantangan. Menurutnya, budidaya bawang putih memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk di bidang ketahanan pangan. Kami mengapresiasi semangat para petani yang terus bekerja keras mengembangkan komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Samosir,” ujar Kapolda.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kapolda Sumut menyerahkan bantuan stimulan kepada Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtama. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan budidaya bawang putih dan meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat setempat.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu mendapat sambutan positif dari para petani dan masyarakat yang hadir. Dialog antara petani dan jajaran Polda Sumut juga menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan lahan pertanian.

Kapolres Samosir, Rina Sry Nirwana Tarigan, mengatakan seluruh rangkaian kunjungan kerja berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat. Usai melaksanakan peninjauan lapangan, Kapolda Sumut beserta rombongan melanjutkan agenda makan siang bersama di Hotel Labersa Samosir sebelum kembali menuju Medan menggunakan helikopter.

Kunjungan kerja ini menjadi wujud nyata dukungan Polda Sumut terhadap program ketahanan pangan yang terus digalakkan pemerintah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mendorong kemandirian pangan di Sumatera Utara. (Mal)