Belawan | suaraburuhnasional.com — Di tengah deburan ombak dan hiruk-pikuk pelabuhan, sebuah keresahan kolektif sedang mengkristal menjadi sebuah gerakan moral yang besar. Bertajuk “Belawan Menggugat”, Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) secara resmi menyerukan panggilan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan pada 1 Mei 2026.
Ini bukan sekadar seruan aksi; ini adalah sebuah pernyataan sikap dari sebuah komunitas yang menolak menyerah pada keadaan, Senin (27/4/2026). Belawan, yang sejatinya adalah gerbang ekonomi dan tanah kelahiran yang membanggakan, kini tengah berhadapan dengan “badai” sosial. Meningkatnya angka pembegalan, jeratan narkotika yang mengintai masa depan pemuda, hingga tawuran yang kerap memecah keharmonisan, telah memaksa warga untuk mengambil langkah tegas.
Kalimat sakti “Bangkit Melawan atau Diam Jadi Korban” bukan sekadar slogan di atas spanduk, melainkan refleksi dari rasa lelah masyarakat terhadap rasa takut yang menghantui setiap langkah mereka di jalanan.
Kekuatan aksi ini terletak pada keberagaman wajah yang berdiri di belakangnya. Di bawah komando spiritual dan moral tokoh seperti Ustadz Muhammad Nabawi, gerakan ini telah bertransformasi menjadi koalisi lintas sektoral yang luar biasa: Guru dan mahasiswa yang membawa harapan akan peradaban yang lebih baik. Para buruh, pekerja, hingga pejuang aspal (ojol) yang mendambakan keamanan saat mencari nafkah. Pemuka agama dan tokoh masyarakat yang berdiri paling depan menjaga etika dan ketertiban.
Tujuan dari Belawan Menggugat sangatlah fundamental: menuntut negara dan aparat penegak hukum untuk hadir secara utuh, bukan sekadar simbolis. Masyarakat mendambakan langkah preventif yang konkret dan tindakan represif yang adil terhadap para pelaku kriminalitas yang telah merusak tatanan sosial mereka.
Aksi 1 Mei mendatang diprediksi akan menjadi salah satu momentum solidaritas terbesar di Belawan. Ini adalah panggung bagi rakyat kecil untuk menunjukkan bahwa ketika keamanan terusik, suara mereka akan bersatu menjadi resonansi yang tidak mungkin diabaikan. Belawan tidak sedang meminta keistimewaan. Mereka hanya sedang menagih hak paling mendasar manusia: Hak untuk merasa aman di rumah sendiri. (Liputan : Nelson Siregar)


