Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com – Kelurahan Lalang menggelar Sosialisasi Prilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHSB) serta Pencegahan Stunting melalui peran kader dan pengelolaan sampah rumah tangga dilaksanakan pada hari Jumat (7/8/2026) di Aula kantor Lurah Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi.
Acara sosialisasi di buka oleh Nur Hasanah selaku Sekretaris Lurah sekaligus mewakili Lurah yang tidak dapat hadir, dihadiri Kepala Dinas Perempuan dan Anak Dedi Parulian Siagian sebagai Narasumber dan Kepala Puskesmas Rantai Laban Dr. Fitriana, Kepala Lingkungan serta ibu ibu kader PKK, kader Posyandu dan undangan lainnya.
Pada kata sambutannya Nur Hasanah mewakili Lurah mengucakan terima kasih kepada narasumber dari Dinas Perempuan dan Anak Dedi Parulian Siagian dari Kepala Puskesmas Rantau Laban Dr. Fitriana serta para Kader PKK, Kader Posyandu dan undangan lainnya.
“Saya berharap kepada para peserta melalui sosialisasi PHBS yang digelar selama dua hari ini dan materi yang di sampaikan narasumber kiranya dapat menambah wawasan dan menjadi bekal ilmu. bagi kehidupan kita sehari-hari dan kita berharap semoga acara ini berlangsung dengan aman dan sukses sampai selesai,” ungkap Seklur.
Sementara, Dedi Parulian Siagian selaku narasumber menyampaikan tentang langkah langkah antisipasi dan penyebab serta langkah langkah jika PHBS ini tidak dilaksanakan.
Dedi Siagian juga menyampaikan tentang pola hidup yang baik, yaitu ibu ibu jangan sering memakan makanan yang mengandung pengawet, bapaknya jangan merokok di rumah, jangan menikah di bawah umur atau jangan cepat berhubungan badan ketika baru melahirkan atau jangan menikah terlalu muda,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Pokmas Lalang Muhammad Chalik Sinaga yang akrab disapa Alex, kepada awak media mengatakan bahwa hari ini kami dari Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan mengundang ibu-ibu Kader PKK dan ibu-ibu Kader Posyandu serta ibu-ibu hamil menyosialisasikan cara-cara hidup sehat PHBS dan pencegahan stunting, mengingat di Kelurahan Lalang ini ada ibu-ibu yang di bawah umur, berusia di bawah 18 tahun sudah menikah tetapi dalam kondisi stunting, terkait hal ini maka kami Kelurahan Lalang menghadirkan dinas terkait untuk menyosialisasikan terhadap masyarakat ibu hamil dan stunting.
Maksud dan tujuan kegiatan ini menurut Muhammad Chalik Sinaga adalah mengurangi dan mencegah terjadinya stunting di masyarakat agar mereka dapat memahami melalui sosialisasi ini dan penyebabnya. “Saya berharap melalui apa yang sudah di paparkan Narasumber agar para peserta dapat mengerti dan memahami terkait antisipasi berbagai penyakit,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta bernama Rani Diana kepada awak media mengatakan rasa senang dengan adanya acara ini, karena semua paparan yang disampaikan narasumber itu bisa menambah wawasan pengetahuan dan menambah ilmu dan ternyata logikanya memang benar apa yang di sampaikan Narasumber, contoh nya, larangan menikah di bawah usia dini atau di bawah umur karena bisa berdampak merusak diri sendiri dan harmonisasi keluarga.
Rani Diana warga Lingkungan Satu Kelurahan Lalang berharap kiranya kegiatan seperti ini ke depan terus dilanjutkan oleh pihak kelurahan agar masyarakat yang belum memahami dapat menambah wawasan pengetahuannya dan menambah ilmunya tentang pencegahan berbagai penyakit di tengah-tengah masyarakat,“ungkapnya. (Alfian Haris)






















