Jakarta | suaraburuhnasional.com – Di balik padatnya agenda pemerintahan dan tanggung jawab memimpin Kabupaten Dairi, tersimpan sebuah kisah sederhana yang memperlihatkan sisi lain seorang kepala daerah. Bukan tentang rapat, kebijakan, atau pembangunan, melainkan tentang keluarga, penghargaan kepada pasangan hidup, dan makna kebersamaan di tengah pengabdian kepada masyarakat.
Pada Jumat, 17 Juli 2026, menjadi hari yang padat bagi Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga. Sejak pagi, ia menjalankan sejumlah agenda penting, mulai dari memberikan kuliah umum secara daring kepada mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Medan hingga menghadiri rapat resmi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.
Dalam kuliah umum tersebut, Bupati berbagi pengalaman mengenai etos kerja profesional yang pernah ia pelajari selama berada di Jerman, sekaligus menceritakan praktik pelayanan kesehatan di sejumlah rumah sakit terkemuka di Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme tenaga kesehatan, kolaborasi antarprofesi, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Usai menyelesaikan kuliah umum, perjalanan berlanjut ke Gedung F Kemendagri. Di sana, Bupati mengikuti rapat bersama Direktorat Jenderal Otonomi Daerah untuk membahas berbagai persoalan strategis Kabupaten Dairi, termasuk penyelesaian aset-aset yang masih menghadapi persoalan hukum serta perkembangan pembangunan daerah.
Di sela rapat, Bupati juga mengklarifikasi informasi yang sempat beredar mengenai dugaan demonstrasi terhadap Pemerintah Kabupaten Dairi di Kemendagri sehari sebelumnya. Berdasarkan penjelasan pihak Ditjen Otonomi Daerah, tidak pernah terjadi aksi unjuk rasa sebagaimana diberitakan sejumlah media. Yang terjadi hanyalah kedatangan beberapa warga yang menanyakan tindak lanjut surat yang sebelumnya telah mereka sampaikan kepada Kemendagri. Proses komunikasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Dairi disebut masih berjalan sesuai mekanisme dan sebagian informasi masih bersifat internal.
Setelah hampir dua jam mengikuti rapat, agenda pemerintahan pun usai. Namun, di penghujung hari yang melelahkan itu, muncul sebuah momen yang berbeda. Menjelang waktu magrib, Bupati meminta sopir menghentikan kendaraan dan mencari restoran terdekat. Pilihan jatuh pada sebuah rumah makan sederhana di kawasan Tomang, Jakarta.
Tanpa protokoler yang berlebihan, tanpa kemewahan, hanya ditemani Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, ajudan, dan sopir, mereka menikmati makan malam sederhana dengan menu bebek, tempe, tahu, petai, dan sambal khas.
Di tengah suasana hangat itu, sebuah kejutan kecil disiapkan. Sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilin angka 63 dihadirkan sebagai bentuk penghargaan kepada istri tercinta, Lintong Rita Puspita Situmorang, yang tepat pada hari itu merayakan hari ulang tahunnya.
Tanpa direncanakan, pengunjung lain di restoran turut menyanyikan lagu “Panjang Umurnya”, menjadikan perayaan sederhana tersebut terasa penuh kehangatan dan kekeluargaan. Momen itu menjadi simbol bahwa di balik berbagai tanggung jawab besar sebagai kepala daerah, keluarga tetap memiliki tempat yang istimewa.
Lintong Rita Puspita Sinaga bukan hanya pendamping Bupati Dairi. Sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Dairi, ia aktif mendukung berbagai program pembangunan di bidang kesehatan, pemberdayaan keluarga, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Alumni ABA Yapari Bandung yang dikenal sebagai mojang Priangan sekaligus boru Situmorang itu telah menunjukkan dedikasinya mendampingi berbagai tugas pemerintahan sejak awal masa kepemimpinan Bupati.
Pengalaman memimpin organisasi Dharma Wanita Persatuan di lingkungan PLN yang membawahi wilayah di 19 provinsi menjadi bekal penting dalam menjalankan berbagai program sosial di Kabupaten Dairi. Bagi Bupati, kesederhanaan bukan sekadar gaya hidup, melainkan nilai yang ingin terus dipertahankan di tengah semangat efisiensi dan transformasi birokrasi yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Dairi.
Di penghujung catatannya, Bupati juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Simbahe yang merenggut nyawa tiga warga Dairi. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Sekretaris Daerah dan camat terkait terus memantau perkembangan penanganan para korban serta memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Usai seluruh agenda di Jakarta, rombongan kembali bersiap menuju Bandara Kualanamu untuk melanjutkan tugas berikutnya. Esok harinya, Kabupaten Dairi dijadwalkan tampil pada panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), membawa kekayaan budaya Pakpak sebagai bagian dari promosi daerah.
Di balik dinamika pemerintahan, kisah sederhana ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya diukur dari keputusan-keputusan besar, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara pengabdian kepada masyarakat dan penghargaan kepada keluarga. Sebab, sering kali, kekuatan seorang pemimpin lahir dari orang-orang yang setia berjalan bersamanya, dalam suka maupun duka.(Clara)
















