Nagan Raya | suaraburuhnasional.com – Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Mahlil, S.E., M.Si., melepas 14 putra-putri Nagan Raya untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, Senin (24/8/2026).
Pelepasan calon mahasiswa tersebut dirangkai dengan tasyakuran yang diselenggarakan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Nagan Raya di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagan Raya. Sebanyak 13 calon mahasiswa akan melanjutkan pendidikan ke Mesir, sedangkan seorang lainnya akan menempuh pendidikan di Maroko.
Mahlil mengatakan, keberangkatan para mahasiswa tersebut menjadi momentum penting bagi Nagan Raya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. “Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memberikan doa, motivasi, dan pesan kepada putra-putri terbaik Nagan Raya yang akan menempuh pendidikan di Timur Tengah,” kata Mahlil.
Menurut Mahlil, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun daerah. Karena itu, generasi muda diharapkan memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, integritas, serta akhlak yang mulia. Mahlil mengingatkan para calon mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri dengan sebaik-baiknya. “Ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Para mahasiswa juga diminta menjaga nama baik diri, keluarga, dan daerah selama menempuh pendidikan di luar negeri. “Jadikan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jagalah nama baik daerah asal,” kata Mahlil.
Pada kesempatan yang sama, Ketua IKAT Nagan Raya, Romi Mahendra, Lc., menyampaikan bahwa organisasi tersebut telah menyiapkan sejumlah program sebagai bentuk kontribusi alumni Timur Tengah kepada masyarakat Nagan Raya.
Salah satu program yang telah dijalankan adalah Tahsin Bersanad di SMPN 1 Ulumul Qur’an Nagan Raya dan Dayah Terpadu Nurul Ikhwah. Menurut Romi, program tersebut menyasar para guru dan ustaz agar ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada para siswa di masing-masing lembaga pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Nagan Raya, Musiddiq, S.H.I., M.Si., yang mewakili orang tua calon mahasiswa, berpesan agar para mahasiswa menjaga akhlak dan nama baik daerah selama berada di negeri orang. “Pergilah dengan tekad yang tulus dan niat yang murni untuk menuntut ilmu. Bersungguh-sungguhlah dalam belajar, hormati guru-guru kalian, dan bersabarlah dalam merantau,” pesannya.
Kegiatan pelepasan dan tasyakuran tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Nagan Raya, orang tua dan wali calon mahasiswa, alumni Timur Tengah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Didit)
















