Medan | suaraburuhnasional.com – Di tengah eskalasi dinamika sosio-legal yang kian kompleks, ketimpangan sistemik dalam penegakan hukum, krisis ekologis, hingga marginalisasi hak-hak ekonomi kerap menempatkan masyarakat Sumatera Utara dalam situasi ketidakpastian. Fenomena ini mempertegas urgensi penguatan fungsi pers bukan sekadar sebagai saluran informasi, melainkan sebagai fourth estate pilar keempat demokrasi yang secara imperatif menjalankan fungsi checks and balances terhadap otoritas eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
Menjawab tantangan struktural tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Forum Jurnalis Peduli Keadilan (PB-FJPK), Js Leo Siagian, secara resmi mengumumkan agenda pembentukan kepengurusan daerah FJPK Provinsi Sumatera Utara dalam konferensi pers di Medan, Rabu (9/9/2026).
Leo Siagian wartawan senior berskala nasional sekaligus eksponen gerakan ’66 menegaskan, bahwa independensi media merupakan conditio sine qua non atau prasyarat mutlak untuk memitigasi risiko abuse of power serta praktik maladministration di lingkaran birokrasi.
”Fungsi pers sebagai instrumen pengawasan sosial (social control) bertumpu pada verifikasi faktual dan kedisiplinan riset (check and recheck). Tanpa adanya pengamatan kritis yang objektif, penyimpangan kekuasaan akan terinstitutionalisasi tanpa adanya mekanisme korektif dari publik,”ujar Leo.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa jurnalisme berintegritas memegang peran krusial sebagai artikulator aspirasi rakyat sebuah wahana transmisi yang menjembatani public discourse dengan para pemangku kebijakan (decision makers). Pers juga mengemban fungsi edukatif guna meningkatkan literasi politik dan kesadaran hukum masyarakat melalui metode advokasi berbasis data (evidence-based advocacy).
Sebagai manifestasi konkret dari komitmen tersebut, PB-FJPK menjadwalkan agenda strategis bertajuk “Temu Ramah dan Perkenalan” bagi calon pengurus PD-FJPK Sumatera Utara. Kegiatan konsolidasi ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, berlokasi di RM Cindelaras, Jl. Stadion Teladan, Medan.
Inisiatif pergerakan ini diharapkan mampu mengonsolidasi entitas pers di daerah untuk membangun ekosistem jurnalisme yang analitis, tajam, serta berorientasi penuh pada penegakan keadilan substantif bagi seluruh lapisan masyarakat. (Nelson Siregar/red)
















