Marelan | suaraburuhnasional.com – Respon presisi berbasis pendekatan proactive policing kembali ditunjukkan jajaran Polres Pelabuhan Belawan dalam mereduksi eskalasi street crime dan bahaya laten kenakalan remaja yang mengarah pada tindakan kriminalitas (juvenile delinquency). Melalui konsolidasi operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Tim Macan berhasil memitigasi potensi mass conflict dengan melumpuhkan pergerakan seorang remaja berinisial A (16), yang teridentifikasi dalam jejaring subkultur geng motor devian, Minggu (20/9/2026) sekira pukul 00.45 WIB.
Penyergapan taktis-teritorial berbasis pemetaan kerawanan spatial (criminology mapping) tersebut dieksekusi di titik rawan Jalan Helvetia Manunggal Pasar 8, tepat di area underpass tol Marelan. Dalam tindakan hukum terukur ini, petugas mengamankan corpus delicti (barang bukti kejahatan) berupa lima bilah senjata tajam jenis celurit, satu busur pelontar panah lengkap dengan dua anak panah mematikan, serta satu unit gawai pintar yang difungsikan sebagai alat koordinasi dan social engineering massa.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring M., S.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Jan Piter Napitupulu, S.H., M.H., menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk deteksi dini untuk memutus rantai viktimisasi masyarakat di ruang publik.
“Melalui operasi KRYD, Tim Macan memfokuskan pemantauan pada high-risk group yang berpotensi memicu instabilitas Kamtibmas. Saat mendapati akumulasi pemuda di area rawan, personel melakukan interogasi taktis serta profiling komprehensif.
Terperiksa mengonfirmasi keterlibatannya dalam jejaring geng motor,”tegas Kompol Jan Piter Napitupulu.
Pengembangan dari debriefing awal langsung mengarahkan personel ke titik konsolidasi (safehouse) kelompok tersebut di kawasan belakang gedung Suzuya Marelan. Melalui penyisiran berbasis metodologi ilmiah (tactical sweep), petugas menemukan media kamuflase berupa karung yang menyimpan deretan arsenal persenjataan siap guna.
Tindakan penyitaan senjata tajam berukuran mematikan ini dinilai sebagai langkah krusial dalam menekan threat level (tingkat ancaman) secara drastis, sekaligus mencegah pecahnya bentrokan fisik yang berisiko menimbulkan korban jiwa (fatalities).
Terduga terperiksa beserta seluruh barang bukti kini dilimpahkan ke Mako Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses juridical examination serta pendampingan hukum sesuai regulasi peradilan anak. Langkah tegas ini menegaskan komitmen Polres Pelabuhan Belawan dalam merestorasi stabilitas kamtibmas dan menegakkan supremasi hukum di kawasan strategis Medan Marelan. (Nelson Siregar/Hms)















