Dairi | suaraburuhnasional.com – Pada Sabtu, 19 Oktober 2024, pasangan calon bupati dan wakil bupati Dairi nomor urut 5, Vickner Sinaga dan Wahyu Sagala, melakukan kunjungan strategis ke Pajak Sidikalang pada hari pekan (onan)..
Kehadiran mereka tak hanya didampingi oleh istri masing-masing, namun juga oleh perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Kabupaten Dairi (APPKD), organisasi yang dikenal sebagai pendukung setia pasangan ini. Antusiasme tampak begitu nyata di kalangan para pedagang, banyak di antaranya yang dengan bangga membranding kendaraan mereka dengan logo “VW”, singkatan dari Vickner-Wahyu, simbol dukungan mereka terhadap pasangan calon ini.
Kehadiran Vickner dan Wahyu di pasar tradisional ini disambut dengan meriah. Keduanya tak canggung untuk berbaur, berbincang hangat, dan bersapa dengan para pedagang, menciptakan suasana penuh keakraban. Tak hanya sekadar kampanye politik, kunjungan ini dimanfaatkan oleh pasangan nomor urut 5 untuk menyampaikan pesan bahwa mereka hadir sebagai bagian dari masyarakat, siap mendengarkan dan mendukung komunitas yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Peran para istri juga menambah kehangatan suasana. Mereka tidak hanya hadir mendampingi, tapi turut berbelanja dan bercengkerama dengan para pedagang. Melalui “martarombo,” sebuah tradisi Batak yang memungkinkan individu mengenali silsilah kekerabatan, mereka memastikan sapaan kepada pedagang tidak sekadar formalitas, tetapi mencerminkan penghargaan terhadap nilai-nilai kekerabatan yang kuat di Tanah Dairi. Adat Dalihan Natolu yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Dairi tampak dihidupkan dalam interaksi tersebut.
Kunjungan ini membangun kesan kuat di kalangan masyarakat, terutama para pedagang yang merasakan kehadiran pasangan calon ini bukan hanya sebagai pemimpin, tapi juga sebagai bagian dari mereka. Senyum ramah dan percakapan akrab menjadi jembatan yang menguatkan hubungan antara Vickner, Wahyu, dan para pendukung mereka di pasar. Atmosfer yang penuh kebersamaan ini menunjukkan komitmen pasangan nomor urut 5 untuk mendukung ekonomi kerakyatan dan menghormati kearifan lokal.
Bagi Vickner dan Wahyu, kunjungan ke pasar Sidikalang menjadi lebih dari sekadar ajang politik. Ini adalah langkah strategis untuk menegaskan dukungan mereka terhadap pedagang lokal dan menunjukkan bahwa mereka siap mengemban amanah sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan menjunjung tinggi tradisi serta budaya setempat. (Clara)






















