27.9 C
Munich
Sabtu, Mei 30, 2026

Kementerian ATR/BPN Peringati Hari Ibu ke-97, Tegaskan Penghormatan Negara atas Perjuangan Perempuan Indonesia

Must read

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 di halaman Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum reflektif atas peran strategis perempuan dalam perjalanan sejarah bangsa, sekaligus penguatan komitmen negara terhadap kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.

Upacara berlangsung khidmat dengan Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Embun Sari membacakan Pidato Amanat Pembina Upacara Hari Ibu 2025 yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Dalam amanatnya ditegaskan bahwa peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember merupakan bentuk penghargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan, pengorbanan, serta pengabdian perempuan dalam merebut kemerdekaan dan mengisi pembangunan nasional dari masa ke masa.

“Peringatan Hari Ibu adalah simbol pengakuan negara atas kontribusi nyata perempuan Indonesia dalam sejarah perjuangan bangsa, sekaligus pengingat bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,”ujar Embun Sari saat membacakan amanat.

Lebih lanjut, pidato tersebut menekankan bahwa perempuan Indonesia tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga menjadi penggerak utama di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hukum, dan tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, negara berkewajiban memastikan ruang partisipasi yang setara, aman, dan bermartabat bagi perempuan di seluruh sektor pembangunan.

Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 ini, Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong prinsip kesetaraan gender, termasuk dalam penyelenggaraan layanan pertanahan dan tata ruang yang inklusif, adil, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan.

Upacara ini juga menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan perempuan harus terus diwariskan sebagai energi moral dalam membangun bangsa yang berkeadilan sosial, berdaulat atas sumber daya agraria, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (Clara s)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article