Medan | suaraburuhnasional.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan terus mengakselerasi eskalasi kualitas tata kelola birokrasi melalui penguatan social engagement dan sinergitas antar-lembaga. Komitmen transformatif tersebut terealisasi secara nyata melalui penerimaan kunjungan audiensi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, beserta jajaran kepengurusan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Jumat (11/9).
Kedatangan delegasi PB Pendawa Indonesia disambut hangat oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, didampingi jajaran pejabat struktural. Pertemuan bilateral ini menjadi momentum krusial untuk mengelaborasi diskursus strategis, khususnya dalam memetakan potensi kolaborasi terkait edukasi keimigrasian serta optimalisasi program sosial kemasyarakatan.
Dalam ajang dialogis tersebut, H. Ruslan, SH, memberikan apresiasi komprehensif terhadap performa pelayanan publik Kantor Imigrasi Belawan yang dinilai kian adaptif, inklusif, dan akuntabel.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami haturkan atas keterbukaan dan penerimaan yang sangat konstruktif ini. Kunjungan ini merupakan manifestasi dari ikhtiar kami untuk membangun kohesi sosial serta memperkuat sinergi inter-institusional, khususnya dalam memfasilitasi aksesibilitas informasi keimigrasian dan permohonan paspor bagi masyarakat,” ujar Ruslan.
Ia menambahkan, struktur organisasi Pendawa Indonesia yang memiliki kapiler jaringan luas siap memosisikan diri sebagai bridge-builder guna meretas asimetri informasi di tengah publik.
Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan kesiapan lembaganya dalam mengadopsi paradigma public service delivery yang berorientasi pada kepuasan masyarakat (public satisfaction).
“Kami menyambut baik ikhtiar kolaboratif dari PB Pendawa Indonesia. Langkah ini selaras dengan doktrin ‘Imigrasi untuk Rakyat’ sekaligus bentuk pengejawantahan dari arahan strategis Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, guna menghadirkan birokrasi yang responsif, transparan, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Eko.
Konsolidasi strategis ini diharapkan mampu menciptakan simbiosis mutualisme yang tidak hanya meningkatkan akumulasi literasi keimigrasian, tetapi juga memperkokoh stabilitas sosial kemasyarakatan. Pertemuan ditutup dengan sesi ramah tamah serta penyusunan kerangka aksi (action plan) untuk implementasi program kerja bersama di masa mendatang. (Nelson Siregar/Hms)
















