Simalungun | suaraburuhnasional.com – Mengamalkan ajaran tarekat harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama. Prinsip inilah yang dipegang Pangulu Bandar Tinggi, Samsiadi, S.Sos.I., M.Si., yang juga dikenal sebagai SM Nurzaman.
Selama satu dekade, sejak 2016 hingga 2026, dia konsisten menggelar khitanan massal dengan biaya pribadi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pengamalan ajaran Tuan Guru.
Samsiadi merupakan jemaah Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ) sekaligus murid dari Mursyid TNAJ, Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, S.Ag., M.Hum. Dalam perjalanan spiritualnya, ia terus mendapatkan bimbingan agar senantiasa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat, tidak lalai mengingat Allah SWT, serta menjaga adab dalam setiap aspek kehidupan.
Nilai-nilai tersebut berusaha diwujudkannya melalui berbagai kegiatan sosial, salah satunya dengan menggelar khitanan massal secara rutin bagi anak-anak di Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pada Minggu (1/11/2026), kegiatan khitanan massal kembali dilaksanakan dengan diikuti 15 anak. Program yang dibiayai menggunakan dana pribadi tersebut merupakan kegiatan tahunan yang telah dijalankan Samsiadi sejak pertama kali menjabat sebagai Pangulu Bandar Tinggi pada 2016. Selama sepuluh tahun pelaksanaannya, lebih dari 100 anak telah mendapatkan manfaat dari kegiatan sosial tersebut.
Bimbingan Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritualnya. Pesan agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat terus menjadi pengingat dalam menjalankan amanah, baik sebagai pemimpin pemerintahan desa maupun sebagai bagian dari masyarakat.
Baginya, ajaran Tarekat berkaitan dengan pembinaan batin dan kedekatan kepada Allah SWT (Hablumminallah) juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap sesama (Hablumminannas).
Salah satu pesan yang menjadi pedoman dalam kehidupan adalah,“jadilah bermanfaat buat umat dan jangan lalai mengingat Allah dalam setiap hembusan napas serta jangan lupa menjaga adab,” sebutnya. (Junaidi.MK)
















