Toba | suaraburuhnasional.com – Upaya pelestarian budaya Batak terus digalakkan di Kabupaten Toba. Sebanyak 51 pelajar dari 26 SMP se-Kabupaten Toba mengikuti Lomba Menulis Aksara Batak yang digelar Dewan Kesenian Daerah (DKD) Toba di Komplek Tugu D.I. Panjaitan Balige, Sabtu (31/10/2026).
Selain lomba menulis aksara, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pagelaran budaya. Ketua Panitia, Batara Tambunan, menjelaskan, lomba ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda dan pelaku seni agar lebih mencintai budaya Batak Toba. “Ini bukan hanya soal siapa juaranya, tapi bagaimana menumbuhkan kecintaan anak-anak muda terhadap budaya kita sendiri,”kata Batara.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toba, Rikardo Hutajulu, mewakili Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
“Batak adalah salah satu suku yang memiliki aksara dan bahasa sendiri. Ini kekayaan yang harus kita lestarikan. Jangan sampai di tengah kemajuan teknologi, budaya kita justru tergerus,” ujar Rikardo.
Ketua DKD Toba, Franshendrik Tambunan, yang juga menjabat Ketua DPRD Toba, menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai identitas jati diri.
Menurutnya, aksara Batak memuat nilai dan pengetahuan luhur yang harus diwariskan kepada generasi penerus. “Kegiatan ini adalah bagian dari perjuangan menjaga jati diri. Aksara Batak bukan hanya simbol, tapi di dalamnya ada pengetahuan,” katanya.
Franshendrik berharap kekayaan budaya Batak dapat terus dirawat dan dipromosikan hingga ke tingkat internasional.
Adapun mekanisme lomba, peserta diminta menyadur cerita pendek berbahasa Batak yang ditulis dalam huruf latin ke dalam aksara Batak. Pengerjaan dilakukan selama 30 menit dan dinilai oleh juri yang berkompeten di bidangnya. (Tim)
















