15.3 C
Munich
Kamis, Juli 23, 2026

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Kesehatan Jantung, Sekjen Dalu Agung Darmawan Dorong ASN Terapkan Gaya Hidup Preventif

Must read

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mempertegas komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan produktif melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan Jantung yang berlangsung pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya preventif untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular, salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia menurut data Kementerian Kesehatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, dalam sambutannya menekankan bahwa keberlanjutan kinerja aparatur negara tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh keseimbangan kesehatan fisik, mental, dan emosional. “Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas formal, melainkan bentuk nyata komitmen kita untuk menjaga kesehatan tubuh, pikiran, dan hati. Ketiganya harus seimbang agar kita dapat bekerja secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”ujarnya.

Membangun Budaya Kerja Sehat Berbasis Ilmu Pengetahuan

Kegiatan edukasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman ilmiah mengenai anatomi dan fungsi jantung, faktor risiko penyakit jantung koroner, hingga pentingnya deteksi dini. Para ASN diberikan penjelasan mengenai gaya hidup sedentari yang semakin umum terjadi di lingkungan kerja modern dan dampaknya terhadap metabolisme tubuh, tekanan darah, serta kesehatan jantung.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai stress management dan pentingnya menjaga kesehatan emosional. Berbagai studi menunjukkan bahwa stres kronis menjadi salah satu pemicu utama gangguan kardiovaskular melalui peningkatan hormon kortisol dan tekanan darah.

Mendorong Transformasi Perilaku ASN

Melalui kegiatan ini, Kementerian ATR/BPN mendorong ASN untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat, baik melalui aktivitas fisik teratur, pengaturan pola makan, maupun pengelolaan stres. Upaya ini selaras dengan agenda reformasi birokrasi yang tidak hanya menuntut peningkatan kualitas layanan publik, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental para penyelenggara negara.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju budaya kerja yang berorientasi pada well-being, sehingga ASN mampu menjalankan tugas-tugas strategis secara lebih efektif dan berkelanjutan. (Cs)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article