Belawan | suaraburuhnasional.com – Agenda Asta Cita Prabowo poin ketujuh adalah memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. “Ini urgensinya untuk perhatian seluruh kepala daerah,” baik bupati, wali kota termasuk gubernur se Indonesia. Kami akan mengawal dan mengkampanyekan No Korupsi, Korupsi No Way. Demikian Ir H Arse Pane, S.H seraya menyambut baik undangan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang akrab disapa Bang Wiwik.
“Bang Ketum, silahkan datang. Rumah Dinas kami terbuka untuk menerima kehadiran Ketua Umum Relawan Tegak Lurus Prabowo Ir H Arse Pane,” ungkap Bang Wiwik di ujung ponsel Arse Pane Jum’at petang (28/8/2026) seraya berjanji nanti akan memperkenalkan dengan Kesbang Sergai untuk mengagendakan jadwal Wawasan Kebangsaan Program Asta Cita Prabowo.
Demikian hal serupa, Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution kepada Arse Pane juga berjanji akan segera menjadwal agenda Wawasan Kebangsaan tersebut dengan Protokoler Bupati Madina. “Ya segera kami jadwalkan Ketum, Arse Pane,”ungkap Bupati Madina di ujung ponsel saat Arse Pane diundang makan siang Leo Siagian pencetus Forum Relawan Demokrat Sejati (FOREDES) di RM. Cindelaras, Jl. Teladan Medan (28/8/2026).
Di balik megahnya deretan kontainer dan riuk-pikuk kapal samudra yang menjadikannya jantung ekonomi Sumatera Utara, Belawan kini menyimpan drama tragis yang mengiris hati. Kawasan pesisir ini tidak hanya sedang berhadapan dengan kemiskinan struktural, melainkan krisis eksistensial yang jauh lebih mengerikan: peredaran narkotika yang terstruktur, masif, dan merasuk hingga ke ceruk pemukiman tersempit, Sabtu (29/8/2026).
Ini bukan lagi sekadar perkara kriminalitas jalanan biasa. Fenomena penyalahgunaan zat adiktif di Belawan telah bergeser menjadi sebuah “slow motion genocide” sebuah pembunuhan karakter, fisik, dan moral masa depan generasi muda secara perlahan, tenang, namun mematikan.
Kondisi kritis ini memicu kemarahan publik dan memantik reaksi keras dari Ketua Umum Relawan Tegak Lurus Prabowo, Ir. Arse Pane. Saat ditemui awak media di Medan, ia menyampaikan kritik tajam, lugas, tanpa basa-basi terkait urgensi penegakan Asta Cita butir ke-7 agenda prioritas nasional kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen mutlak dalam memperkokoh penegakan hukum serta memberantas peredaran gelap narkoba.
”Apa yang terjadi di Belawan hari ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan penghancuran sistematis atas modal sosial bangsa. Mengabaikan Belawan sama saja dengan merestui genosida sunyi terhadap anak-anak kita. Aparat Penegak Hukum tidak boleh lagi bertindak lambat atau sekadar memakai pola penanganan konvensional di tengah situasi yang sudah luar biasa abnormal ini!,”tegas Ir. Arse Pane dengan nada penuh penekanan.
Poin ketujuh Asta Cita secara eksplisit mematok arah kebijakan negara: penegakan hukum tanpa pandang bulu dan perlawanan total terhadap kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Namun di pesisir Belawan, kenyataan pahit justru terpampang jelas. Puluhan hingga ratusan pemuda yang seharusnya menjadi tulang punggung menuju Indonesia Emas 2045, kini terancam kehilangan masa depan akibat cengkeraman barang haram tersebut.
Menyikapi kondisi tersebut, Arse Pane yang dikenal berkantor hukum LO Majelis Dakwah RI-1 ini merumuskan tiga tuntutan mendesak yang ditujukan langsung kepada institusi Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kepolisian, BNN, maupun Kejaksaan: Operasi Potong Kepala (Memburu Godfather): APH didesak untuk tidak hanya menyapu bersih para pengedar kecil di gang-gang sempit, melainkan membongkar dan menindak tegas para dalang utama (godfather) serta penyokong dana di balik jaringan narkoba pesisir.
Penyelamatan Benteng Moral Pesisir: Rusaknya moral generasi muda Belawan akan memicu gelombang kriminalitas lanjutan dan meruntuhkan struktur sosial masyarakat. Hukum harus hadir sebagai perisai pelindung yang nyata, bukan penonton yang pasif. Segala bentuk kompromi, sikap “main mata”, atau pembiaran di lapangan adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap amanat konstitusi dan cita-cita besar pembangunan nasional.
Menutup keterangannya, Ir. Arse Pane menegaskan bahwa jajaran Tegak Lurus Prabowo tidak akan tinggal diam dan bakal terus mengawal isu ini hingga ada tindakan konkret serta perubahan nyata wabilkhusus Kec. Medan Belawan dan tidak boleh dibiarkan semakin hancur.
Moral masyarakatnya tidak boleh dibiarkan rusak total. Anak-anak muda di pesisir ini berhak atas masa depan yang bersih, layak, dan beralas keadilan. Asta Cita ke-7 bukanlah jargon di atas kertas, melainkan janji suci penegakan hukum yang wajib berdiri tegak di tanah Belawan!,” pungkasnya secara retoris.
Kini, kepungan narkoba di Belawan menjadi cermin ujian terbuka bagi keberanian dan integritas para pemangku hukum. Masyarakat luas menanti dengan dada sesak: apakah taring hukum akan tumpul di rawa-rawa pesisir, ataukah tindakan korektif berskala besar akan segera dihantamkan demi menyelamatkan generasi penerus bangsa?. (Liputan : Nelson Siregar)
















