Medan | suaraburuhnasional.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Asy-Syafi’iyah Medan resmi mencatatkan sejarah baru. Bertempat di Hall Hotel Adimulia, Jalan Diponegoro, Medan, perguruan tinggi ini sukses menyelenggarakan Wisuda Sarjana Hukum (SH) Angkatan Pertama pada Sabtu (7/2/2026).
Prosesi yang berlangsung khidmat ini menandai lahirnya intelektual hukum baru yang siap berkontribusi bagi penegakan keadilan di Indonesia. Sebanyak 19 lulusan resmi menyandang gelar Sarjana Hukum setelah melalui serangkaian proses akademik yang ketat.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dunia pendidikan, di antaranya perwakilan Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Rika Devi Yanti Nasution, SH, MH, serta Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumut, Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, MM.
Dalam sambutannya, Rika Devi Yanti Nasution menekankan pentingnya legalitas dan validitas dalam dunia pendidikan tinggi. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada STIH Asy-Syafi’iyah yang telah mengikuti prosedur resmi negara. “Wisuda bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengakuan negara. Berdasarkan Surat LLDIKTI Wil. I Sumut No. 53/DST/LL1/KL.03.00/2026, ke-19 lulusan hari ini dinyatakan valid dan sah. Ini menjadi jaminan bahwa kualitas akademik di sini telah teruji secara sistematis,” tegas Rika dalam pidatonya.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Senat STIH Asy-Syafi’iyah, Dr. Drs. H. Mhd. Syafi’i, SH, MH, M.Si. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat satu per satu wisudawan melangkah ke podium. Prof. Dr. Bahdin Nur Tanjung dalam orasinya menyampaikan rasa bangganya terhadap eksistensi STIH Asy-Syafi’iyah. Beliau menekankan bahwa ilmu hukum adalah disiplin yang sakral dan hanya boleh dijalankan oleh mereka yang memiliki kompetensi mumpuni.
Menambah perbendaharaan pakar hukum di Indonesia.
Integritas Keilmuan: Memastikan bahwa praktik hukum hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki dasar akademik yang kuat. Para lulusan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah hukum nasional.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur, diikuti sesi foto bersama antara wisudawan, orang tua, jajaran dosen, serta para tamu undangan dari LLDIKTI dan ABPPTSI. Perayaan ini diakhiri dengan jamuan makan siang yang hangat, merayakan babak baru dalam perjalanan karier para yuris muda ini. (NS/Red)






















