Belawan | suaraburuhnasional.com — Angin pesisir yang biasanya membawa hawa sengatan terik, hari itu terasa begitu teduh di sepanjang Jalan Gulama, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan. Pada Minggu (30/8/2026), sebuah peristiwa spiritual dan kemanusiaan terukir begitu indah, mengetuk dan melunakkan hati siapa saja yang menyaksikannya.
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tidak hanya diisi dengan lantunan shalawat yang membumbung ke udara, tetapi dihidupkan secara nyata melalui dekapan kasih bagi ratusan anak yatim. Adalah Toko Grosir Aceh, di bawah kepemimpinan sosok ulama dan dermawan yang bersahaja, Ustadz Tgk. Zakaria, yang menginisiasi majlis kebaikan ini. Beliau hadir bukan sekadar sebagai penyelenggara, melainkan sebagai seorang ayah yang membagikan hangatnya kepedulian di tengah ketakberdayaan jiwa-jiwa kecil yang telah kehilangan tiang sandaran hidup.
Suasana haru membuncah dan menggetarkan dada ketika Ustadz Tgk. Zakaria menyapa langsung setiap pasang mata polos anak-anak tersebut. Santunan uang tunai dan hidangan nasi dibagikan penuh penghormatan, disempurnakan dengan bingkisan jajanan serta es krim yang dihadirkan khusus untuk memanjakan dunia anak-anak mereka.
Maka, pecahlah kebahagiaan yang tulus. Binar mata yang semula menyimpan samar duka, seketika berganti menjadi pendar cahaya keceriaan. Senyum mengembang dari bibir-bibir mungil itu, mengalirkan rasa hangat yang menyusup jauh ke dalam sanubari setiap orang yang menyaksikan. Bagi anak-anak yatim ini, setiap suapan nasi dan usapan lembut di kepala mereka bukan sekadar materi, melainkan sebuah penawar rindu, pembakar semangat, dan bukti bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian di dunia ini.
Bagi Ustadz Tgk. Zakaria, memuliakan kelahiran Rasulullah SAW adalah dengan menatap dunia melalui kacamata kasih sayang dirinya menjadi benang pengikat harapan dan peneduh bagi mereka yang berada dalam kesunyian.
”Di balik tawa riang anak-anak ini, ada ketulusan tanpa noda yang sanggup menembus batas-batas langit. Kami menggenggam tangan mereka hari ini semata-mata mengharapkan syafa’at dari Nabi Agung Muhammad SAW, seraya bertawasul memohon keberkahan dari setiap doa murni yang terucap dari bibir mereka,” tutur Ustadz Tgk. Zakaria dengan nada penuh kekhusyukan dan ketundukan jiwa.
Ketika ratusan jemari mungil menengadah ke atas, mengaminkan doa-doa yang dilantunkan, Belawan Bahagia seolah menjelma menjadi dermaga keberkahan. Peristiwa ini meninggalkan pesan yang begitu dalam dan abadi: bahwa kemuliaan hidup tidak pernah diukur dari seberapa banyak yang kita genggam, melainkan dari seberapa luas dada kita mampu membahagiakan dan memeluk mereka yang merindukan kasih sayang. (Liputan : Nelson Siregar)
















