Belawan | suaraburuhnasional.com – Di tengah eksponensialitas era Fourth Industrial Revolution, Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan melalui Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) menunjukkan peran proaktif dalam mengawal pembentukan karakter digital generasi muda. Langkah progresif berwawasan masa depan ini diwujudkan lewat sosialisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) berbasis ethical computing bagi ratusan siswa-siswi SMA Swasta Budi Agung Medan pada Selasa (8/9/2026).
Agenda strategis yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dirancang secara sistematis untuk mentransformasi orientasi mentalitas pelajar mengubah peran digital natives dari sekadar konsumen pasif menjadi pengguna teknologi yang memiliki kognisi kritis dan kesadaran etika siber (cyberethics) yang matang.
Dalam sesi penyuluhan interaktif tersebut, jajaran Bag SDM Polres Pelabuhan Belawan mengedukasi siswa mengenai integrasi sistem AI menggunakan ekosistem digital resmi Senopatiacademy.id. Para pelajar dibekali kemampuan memanipulasi algoritma pemrosesan data guna mengakselerasi pemahaman materi pelajaran, merangsang pemikiran inovatif, serta mengoptimalkan efisiensi proses pembelajaran akademis secara independen.
Arus deras akselerasi kecerdasan buatan tidak hanya membawa potensi efisiensi, tetapi juga risiko degradasi intelektual, potensi disinformasi berbasis sintesis AI, hingga erosi fundamental reasoning di kalangan remaja. Oleh karena itu, langkah kepolisian ini hadir sebagai filter preventif untuk memitigasi potensi deviasi teknologi serta membentengi moralitas intelektual pelajar sejak dini.
Mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M., SIK., Kepala Bagian SDM Kompol Yusril Irwanto, SE., SH., MH., menggarisbawahi pentingnya harmonisasi antara kemajuan teknologi dan pematangan standar etika penggunanya.
”Akselerasi Artificial Intelligence merupakan bentuk disrupsi teknologis yang memberikan lompatan kuantum bagi dunia pendidikan. Namun, efektivitas instrumen ini sangat bergantung pada kendali etis penggunanya. Kami berupaya memastikan generasi muda memiliki fondasi literasi digital yang tangguh agar mampu mengintegrasikan AI secara positif, bijak, dan penuh tanggung jawab,” ungkap Kompol Yusril Irwanto.
Lebih lanjut, ia menekankan agar keandalan otomatisasi AI tidak mengikis kemandirian serta daya analitis dasar yang menjadi pilar utama akademisi. ”Manfaatkan kecanggihan sistem kecerdasan buatan ini sebagai sarana pendorong kreativitas dan ekspansi pengetahuan. Jangan sampai ketergantungan pada teknologi justru mendeduksi kapasitas berpikir kritis serta integritas moral kalian sebagai pelajar,”tegasnya.
Melalui terobosan edukatif ini, Polres Pelabuhan Belawan berhasil memperluas ruang lingkup pengabdian institusi tidak hanya responsif menjaga stabilitas kamtibmas konvensional, tetapi juga adaptif menjadi akselerator literasi dan benteng etika digital bagi masa depan generasi penerus bangsa. (Nelson Siregar/Hms)
















